Di tengah hiruk pikuk Jalan Raya Citepus, Palabuhanratu, Sukabumi, berdiri sebuah bangunan yang menyimpan sejarah penting teknik sipil Indonesia. Bangunan empat lantai ini dikenal sebagai Gedung Tahan Gempa Tenjoresmi. Meskipun penampilannya sederhana dan catnya mulai kusam, gedung ini merupakan pionir dalam penerapan sistem ketahanan gempa canggih di Tanah Air.
Keunikan struktur ini terletak pada fondasinya yang tidak menapak langsung ke permukaan tanah. Bangunan seberat 786 ton ini secara teknis "melayang" di atas serangkaian komponen khusus yang mengisolasi getaran. Total terdapat 14 titik bantalan karet khusus, atau yang dikenal sebagai *rubber bearings*, yang menjadi penyangga utama struktur tersebut.
Dalam literatur teknis, bangunan ini secara resmi disebut sebagai Experimental Building with Base Isolation System. Keberadaannya di Sukabumi, yang sering luput dari perhatian media besar, justru menjadi kebanggaan tersembunyi bagi dunia konstruksi nasional. Gedung ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknik sipil kelas dunia dapat diimplementasikan di luar kota metropolitan.
Ujang Sutardi, Staf Inspeksi PTPN 1 Regional 2 yang bertugas mengelola kawasan tersebut, memberikan penjelasan sederhana mengenai teknologi Base Isolation. Ia menganalogikannya dengan komponen pada kendaraan bermotor. "Kalau kita di mesin itu kayak Engine Mounting. Jadi mounting mesin itu tidak kena sasis, namun kena mounting dulu mesin itu," jelas Ujang.
Sistem Base Isolation dirancang khusus untuk meredam dan mengisolasi getaran gempa dari struktur bangunan di atasnya. Saat terjadi guncangan, bantalan karet tersebut akan menyerap energi horizontal. Hal ini membuat gerakan yang dirasakan di dalam gedung jauh lebih minim dan terkontrol. Teknologi ini memastikan integritas struktural gedung tetap terjaga, meminimalkan risiko kerusakan parah.
Saat ini, kawasan yang menaungi bangunan bersejarah ini berada di bawah pengelolaan PTPN 1 Regional 2. Meskipun bangunannya sudah berdiri lama, nilai historis dan teknologinya tetap tak ternilai. Gedung Tenjoresmi menjadi monumen hidup bagi perkembangan standar konstruksi tahan gempa di Indonesia.
Inovasi yang diterapkan pada Gedung Tenjoresmi menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pembangunan infrastruktur yang aman di wilayah rawan gempa. Penerapan Base Isolation menjadi contoh penting bagi para insinyur sipil dan pengembang properti. Diharapkan, teknologi serupa akan semakin banyak diadopsi untuk melindungi aset dan nyawa masyarakat di seluruh negeri.