PORTAL7.CO.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para penderita asam lambung atau GERD. Munculnya rasa nyeri di ulu hati akibat perut kosong menjadi kekhawatiran utama yang kerap mengganggu kenyamanan beribadah. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat diantisipasi melalui pengaturan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka.
Pemilihan asupan yang selektif menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan kondisi lambung selama berpuasa. Mengutip informasi dari Ciputra Hospital, penderita disarankan mengonsumsi sayuran hijau yang bersifat alkali untuk menyeimbangkan pH tubuh. Jenis sayuran seperti brokoli, bayam, dan mentimun sangat direkomendasikan karena memiliki kadar asam yang rendah.
Oatmeal dan roti gandum menjadi pilihan karbohidrat kompleks yang ideal dikonsumsi pada waktu sahur. Serat tinggi dalam makanan ini mampu menyerap kelebihan asam lambung sekaligus memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Dengan pencernaan yang terjaga, risiko refluks atau naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat diminimalisir secara signifikan.
Untuk memenuhi kebutuhan energi, penderita disarankan memilih protein rendah lemak seperti ikan atau dada ayam tanpa kulit. Buah-buahan yang tidak asam seperti pisang, pepaya, dan semangka juga sangat baik dikonsumsi untuk mendukung sistem pencernaan. Selain itu, putih telur rebus dapat menjadi alternatif lauk sehat karena memiliki kandungan lemak yang sangat minim.
Kurma dan teh jahe merupakan kombinasi yang sangat efektif untuk memulihkan energi sekaligus menenangkan lambung saat berbuka. Serat dalam kurma membantu menjaga kesehatan mukosa lambung, sementara jahe memiliki sifat antiinflamasi yang meredakan mual. Penggunaan tempe sebagai sumber probiotik alami juga disarankan oleh ners.unair.ac.id untuk memperbaiki sistem pencernaan.
Di sisi lain, penderita wajib mewaspadai beberapa jenis makanan yang berpotensi memicu gejala perih dan mual. Hindari makanan berminyak atau gorengan karena lemak jenuh dapat memperlambat proses pengosongan lambung secara drastis. Minuman berkafein, cokelat, serta makanan pedas dan bersantan kental juga harus dihindari demi menjaga katup lambung tetap kuat.
Kesadaran dalam memilih metode pengolahan makanan seperti direbus atau dikukus sangat menentukan kelancaran puasa bagi penderita GERD. Berdasarkan panduan dari Siloam Hospitals, porsi makan yang wajar dan tidak berlebihan tetap menjadi prinsip yang krusial. Dengan disiplin menerapkan pola makan sehat ini, ibadah Ramadan dapat dijalani dengan bugar tanpa gangguan pencernaan.
Sumber: Infonasional