Peristiwa tragis mengguncang Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kabupaten Malang pada Selasa pagi, 24 Februari 2026. Sebuah bangunan kandang ayam permanen mendadak ambruk dan menimbun sejumlah pekerja yang sedang beraktivitas di dalamnya. Insiden mematikan ini terjadi sekitar pukul 09.19 WIB dan langsung memicu kepanikan luar biasa bagi warga di sekitar lokasi kejadian.
Musibah di lokasi milik warga bernama Wawan ini mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Korban jiwa diidentifikasi sebagai Rian yang berasal dari Lumajang dan Thomas yang merupakan warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Selain korban tewas, tiga rekan kerja mereka lainnya mengalami luka-luka serius dan harus segera dilarikan ke puskesmas terdekat.
Saksi mata menyebutkan bahwa tanda-tanda kerusakan mulai terlihat saat pondasi sisi utara bangunan tiba-tiba amblas ke dalam tanah. Beberapa pekerja seperti Yanto, Yono, Woto, Yanuar, dan Roni sempat menyadari bahaya tersebut dan berusaha lari menyelamatkan diri. Sayangnya, kecepatan robohnya bangunan seluas 12 meter x 50 meter itu membuat sebagian dari mereka tidak sempat menghindar dari reruntuhan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa terdapat tujuh pekerja yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan selamat tanpa luka berarti, sementara lima lainnya tertimpa material bangunan yang sangat berat. Pihaknya segera mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi para korban yang terjepit di bawah reruntuhan beton dan kayu.
Kerusakan material akibat kecelakaan kerja ini tergolong sangat parah karena seluruh konstruksi bangunan permanen tersebut hancur total. Tak hanya menelan korban jiwa manusia, insiden ini juga menyebabkan sekitar 25 ribu ekor ayam tertimbun material bangunan yang roboh. Kerugian ekonomi yang diderita pemilik kandang diperkirakan mencapai angka yang sangat besar mengingat skala bangunan dan jumlah ternak.
Proses evakuasi di lapangan berjalan cukup sulit karena petugas harus berhadapan dengan tumpukan material bangunan yang masif dan bangkai ternak. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan relawan terus bekerja keras membersihkan lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman. Satu korban yang sempat tertimbun cukup lama akhirnya berhasil dikeluarkan oleh petugas setelah melalui upaya evakuasi yang cukup dramatis.
Kapolsek Wonosari, AKP Mochamad Budiono, menyatakan bahwa jenazah korban meninggal telah dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti amblasnya pondasi bangunan tersebut. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni karena beban bangunan yang berlebihan.
Sumber: Infonasional