PORTAL7.CO.ID - Kawasan Monas, Jakarta Pusat, dipenuhi oleh ratusan ribu massa buruh dan pengemudi ojek online pada Jumat, 1 Mei 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day dengan menyampaikan berbagai aspirasi krusial terkait kesejahteraan pekerja.
Dikutip dari Detikcom, massa mulai terlihat memadati lokasi sejak pukul 06.50 WIB. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga akses masuk menuju area Monas karena banyaknya bus rombongan yang menurunkan penumpang.
Aksi tahun ini menjadi sangat signifikan secara analitis mengingat data Badan Pusat Statistik per November 2025 mencatat tantangan besar di sektor ketenagakerjaan. Terdapat sekitar 85,35 juta orang atau 57,70 persen angkatan kerja yang masih menggantungkan hidup di sektor informal dengan tingkat kerentanan tinggi.
Kerentanan mata pencarian yang dirasakan oleh 82 persen pekerja serta maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi latar belakang utama pergerakan massa kali ini. Situasi industri yang dinamis menuntut adanya perlindungan hukum dan jaminan sosial yang lebih kuat bagi para buruh di seluruh Indonesia.
"Perhitungan saya, dengan bergabungnya berbagai elemen, teman-teman ojek online karena akan mendengarkan pengumuman dari pemerintah, akan mencapai 400 ribu massa," ujar Andi Gani Nena Wea selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
"Jadi kalau dari buruh 200 ribu lebih, dari elemen lain termasuk ojol mencapai 200 ribu juga," kata Andi Gani Nena Wea menjelaskan rincian estimasi jumlah peserta yang memadati jantung ibu kota tersebut.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung untuk merespons tuntutan para pekerja melalui pidato kebijakan strategis. Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah mengonfirmasi bahwa momen ini merupakan wujud komitmen dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan dan regulasi ketenagakerjaan nasional.
"Bapak Presiden akan menyampaikan sambutan kenegaraannya dan beliau akan menyampaikan apa yang akan beliau lakukan di tahun 2026," ucap Andi Gani Nena Wea mengenai agenda utama kedatangan kepala negara dalam acara puncak tersebut.
Dikutip dari Tempo, suasana peringatan kali ini masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global meskipun pemerintah telah menjanjikan langkah-langkah konkret. Sementara itu, dikutip dari Kompas, isu perlindungan sosial bagi pekerja gig atau ojek online tetap menjadi sorotan utama karena regulasinya dianggap belum setara dengan pekerja sektor formal.