Pemilihan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat merupakan faktor krusial dalam menjaga durabilitas dan performa optimal mesin kendaraan. Konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan, terutama pada jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) multinasional seperti Shell. Dua varian populer yang sering diperbandingkan adalah Shell Super dan Shell V-Power, yang menawarkan spesifikasi berbeda bagi pengendara. Keputusan ini harus didasarkan pada rekomendasi pabrikan kendaraan serta kebutuhan performa harian.

Perbedaan paling mendasar terletak pada nilai Research Octane Number (RON) yang dimiliki oleh masing-masing produk. Shell Super diposisikan sebagai BBM dengan oktan 92, yang cocok untuk mayoritas kendaraan modern berstandar kompresi menengah. Sementara itu, Shell V-Power memiliki nilai oktan yang lebih tinggi, yaitu RON 95, menjadikannya pilihan premium untuk mesin berteknologi tinggi atau kompresi tinggi. Nilai oktan ini menentukan seberapa besar tekanan yang dapat ditahan bahan bakar sebelum terjadi pembakaran dini, yang dikenal sebagai *knocking*.

Selain angka oktan, teknologi aditif yang terkandung dalam kedua jenis BBM ini juga menjadi pembeda signifikan bagi mesin. Shell V-Power umumnya diperkaya dengan formula Dynaflex atau sejenisnya, yang dirancang untuk membersihkan deposit karbon pada bagian vital mesin. Formula ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi pembakaran dan mengembalikan tenaga mesin yang hilang akibat penumpukan kotoran. Shell Super juga memiliki aditif pembersih, namun biasanya dengan konsentrasi dan kompleksitas yang lebih sederhana dibandingkan varian premium.

Penyesuaian Harga BBM BP Indonesia Mulai 1 September 2025

Menurut pakar otomotif, penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada mesin. Jika kendaraan dirancang untuk oktan tinggi namun diisi dengan oktan rendah, risiko *engine knocking* akan meningkat drastis dan merusak komponen. Sebaliknya, menggunakan oktan sangat tinggi pada mesin beroktan rendah mungkin tidak memberikan manfaat performa yang signifikan, namun berpotensi memboroskan biaya operasional. Oleh karena itu, konsultasi dengan manual kendaraan adalah langkah paling bijak sebelum memilih BBM.

Implikasi langsung dari penggunaan V-Power (RON 95) adalah potensi peningkatan akselerasi dan respons mesin yang lebih baik, terutama pada kondisi berkendara berat. Meskipun perbedaan konsumsi bahan bakar per kilometer mungkin tidak terlalu jauh, performa puncak yang dihasilkan seringkali lebih stabil. Penggunaan V-Power juga sering dikaitkan dengan pemeliharaan jangka panjang yang lebih baik karena kemampuan aditifnya membersihkan injektor dan katup secara berkelanjutan.

Di pasar Indonesia, kedua produk ini bersaing ketat dengan produk sejenis dari kompetitor lain, seperti Pertamax Turbo (RON 98) dan Pertamax (RON 92). Shell terus melakukan inovasi pada formulasi aditifnya untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di segmen premium. Ketersediaan kedua jenis BBM ini relatif merata di SPBU Shell di kota-kota besar, memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Keputusan akhir antara Shell Super dan Shell V-Power harus didasarkan pada kebutuhan spesifik mesin dan pertimbangan biaya. Untuk kendaraan harian standar yang membutuhkan performa andal, Shell Super (RON 92) sudah memadai dan efisien dari segi harga. Namun, bagi pemilik kendaraan sport atau premium yang menuntut performa maksimal dan perlindungan mesin superior, investasi pada Shell V-Power (RON 95) sangat dianjurkan. Konsumen disarankan selalu merujuk pada rekomendasi oktan minimum yang dikeluarkan oleh pabrikan kendaraan masing-masing.