PORTAL7.CO.ID - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, secara tegas menyoroti bahwa upaya membandingkan pembangunan antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat adalah hal yang kurang tepat. Perbedaan mendasar dalam hal luas wilayah dan kapasitas fiskal menjadi alasan utama penegasan ini.
Pernyataan krusial tersebut disampaikan oleh Krisantus Kurniawan saat menghadiri forum resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan di Kabupaten Sintang. Momentum ini dipilihnya karena belakangan ini isu perbandingan infrastruktur kedua provinsi tersebut cukup marak diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Dilansir dari Jabaronline.com, Wagub Kalbar menekankan bahwa secara geografis, bentangan wilayah Kalimantan Barat jauh melampaui apa yang dimiliki oleh Jawa Barat. Perbedaan skala wilayah ini secara otomatis akan memengaruhi kompleksitas dan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Selain isu spasial, aspek kekuatan fiskal atau kemampuan keuangan daerah juga menjadi sorotan utama Wagub Krisantus. Kapasitas fiskal yang berbeda secara signifikan antara kedua provinsi, menurutnya, harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan generalisasi perbandingan.
"Pembangunan di Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat, terutama dari sisi luas wilayah dan kekuatan fiskal," ujar Krisantus Kurniawan, menekankan perbedaan struktural kedua wilayah tersebut.
Komentar ini muncul sebagai respons langsung terhadap tren perbandingan kondisi infrastruktur kedua daerah yang kerap beredar di ranah publik maya. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan persepsi publik yang perlu diluruskan oleh pemerintah daerah.
Musrenbang di Kabupaten Sintang menjadi arena yang strategis bagi Wagub untuk menyampaikan perspektif resmi pemerintah provinsi mengenai isu perbandingan pembangunan ini. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih akurat kepada masyarakat mengenai tantangan pembangunan di Kalbar.
Sementara itu, tokoh publik lainnya, Dedi Mulyadi, disebut menanggapi isu perbandingan antar daerah tersebut dengan sikap yang lebih santai dan tidak terlalu mempersoalkannya. Sikap santai Dedi Mulyadi ini menjadi kontras dengan penegasan keras yang disampaikan oleh Wagub Kalbar.
Hal ini menunjukkan bahwa isu perbandingan pembangunan regional masih menjadi topik hangat yang memicu berbagai respons dari tokoh-tokoh politik dan pemerintahan di Indonesia. Pemerintah daerah Kalbar memilih untuk fokus pada pembenahan internal berdasarkan potensi dan kendala spesifik yang dimiliki.