PORTAL7.CO.ID - Paolo Maldini, sang ikon pertahanan asal Italia, telah mengukir sejarah sebagai salah satu bek terhebat yang pernah ada. Kariernya membentang dari tahun 1984 hingga 2009, di mana ia setia membela panji AC Milan dan mengoleksi berbagai gelar bergengsi.
Selama periode tersebut, Maldini kerap berhadapan langsung dengan deretan bintang sepak bola kelas dunia dari berbagai generasi. Pengalamannya yang kaya ini memberinya perspektif unik dalam menilai kualitas seorang pesepak bola secara objektif.
Menariknya, dari sekian banyak talenta yang pernah ia hadapi, hanya tiga sosok yang berhasil menarik perhatiannya secara khusus dan dianggapnya berada di level yang berbeda. Hal ini menunjukkan betapa tinggi standar penilaian yang dimiliki oleh legenda bertahan tersebut.
Fakta menariknya, ketiga pemain yang diakui sebagai yang terbaik oleh Maldini tersebut ternyata tidak ada satu pun yang berasal dari negara asalnya, Italia. Ketiga nama ini datang dari berbagai penjuru dunia dan mewakili kehebatan di posisi masing-masing dilansir dari Bola.
Nama pertama yang mendapat pengakuan tinggi dari Maldini adalah Ronaldo Nazario, penyerang legendaris asal Brasil. Dikenal dengan julukan "Il Fenomeno," kecepatan dan kemampuan penyelesaian akhirnya dianggap sangat sulit untuk dihadapi oleh seorang bek.
Maldini pernah menyampaikan pengakuannya secara terbuka mengenai betapa sulitnya menghentikan Ronaldo saat berada di puncak performa. Ia bahkan menyebut kemampuan Ronaldo seolah memiliki atribut yang "tidak manusiawi" di lapangan hijau, sebagaimana disampaikan dalam sebuah dokumenter.
Selain Ronaldo, Maradona, sang legenda Argentina, juga masuk dalam daftar elit tersebut. Sosoknya seringkali diasosiasikan dengan keajaiban murni dalam sepak bola berkat kemampuan dribel dan visi permainannya yang memukau.
Bagi para lawan, termasuk Maldini, Maradona selalu menjadi ancaman konstan yang mampu mengubah alur pertandingan hanya dalam satu aksi individu. Meskipun kontroversial, kehebatannya melalui gol ikonik seperti "Tangan Tuhan" dan gol solonya melawan Inggris di Piala Dunia 1986 tak terhapuskan.
Nama ketiga yang diakui oleh Maldini adalah megabintang Argentina lainnya, Lionel Messi. Walaupun Maldini sudah pensiun sebelum sempat berduel langsung dengannya, ia tetap mengakui dominasi sang peraih delapan Ballon d'Or tersebut.