PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) merasa perlu memberikan tanggapan resmi menyusul beredarnya sebuah potongan video di media sosial yang menimbulkan kehebohan publik. Video tersebut menampilkan kunjungan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Masjid Syekh Khatib Al Minangkabawi, Padang, bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Permasalahan utama yang diangkat dalam narasi viral tersebut adalah dugaan bahwa sang menteri melanggar tata krama dengan menggunakan sepatu di dalam area rumah ibadah tersebut. Klarifikasi ini dilayangkan sebagai upaya meluruskan persepsi publik yang keliru akibat potongan video yang tersebar luas.
Kunjungan yang dimaksud terjadi pada tanggal yang bersamaan dengan tanggal publikasi artikel ini, yaitu 4 Mei 2026, saat Menpar melakukan kunjungan kerja di wilayah Sumatera Barat. Momen inilah yang kemudian menjadi sorotan negatif di platform digital.
Nolly Eka Mardianto, selaku Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Sumbar, menegaskan bahwa dirinya hadir langsung dalam rombongan tersebut dan menyaksikan momen tersebut secara detail. Ia menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai penggunaan sepatu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Nolly Eka Mardianto memberikan pernyataan tegas mengenai apa yang sebenarnya dikenakan oleh Menteri Pariwisata pada saat itu. "Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki," ujar Nolly Eka Mardianto, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Sumbar.
Ia menambahkan bahwa seluruh anggota rombongan, termasuk Menteri Pariwisata, telah berupaya keras untuk mengedepankan etika dan mematuhi semua aturan yang berlaku di area suci masjid tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen rombongan terhadap kesopanan beribadah.
Lebih lanjut, Nolly menekankan pentingnya keakuratan informasi sebelum disebarkan kepada publik luas. "Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial," kata dia lagi Nolly Eka Mardianto, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Sumbar.
Pihak Pemprov Sumbar menyayangkan adanya informasi yang tidak terverifikasi tersebut karena dikhawatirkan dapat memicu kegaduhan sosial yang tidak perlu. Mereka berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring konten digital.
"Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan," ungkap Nolly Eka Mardianto, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Sumbar.