PORTAL7.CO.ID - Wali Kota Tangerang, Sachrudin, secara resmi mendorong penguatan sistem mitigasi bencana terintegrasi di wilayahnya menyusul pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) periode 2026 hingga 2029. Acara penting ini diselenggarakan di bantaran Sungai Cisadane pada hari Minggu, 26 April 2026.

Tujuan utama dari langkah ini adalah memastikan bahwa seluruh agenda pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang telah mengadopsi prinsip-prinsip pengurangan risiko bencana (PRB). Fokus utama diarahkan pada ancaman bencana hidrometeorologi yang secara geografis sering mengintai wilayah tersebut.

Pemkot Tangerang sangat mewaspadai posisi geografisnya karena dilintasi oleh aliran Sungai Cisadane, yang menjadi sumber potensi risiko banjir. Pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Maryono Hasan beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan aspek keselamatan lingkungan.

"Kami akan memastikan, seluruh program pembangunan harus sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana, utamanya hidrometeorologi yang kerap mengintai wilayah Kota Tangerang. Sebab, wilayah kita dilintasi Sungai Cisadane," ujar Sachrudin, Wali Kota Tangerang.

Sachrudin menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah elemen krusial dalam penanggulangan bencana, mengingat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan regulasi dan fasilitas agar kinerja pengurus FPRB yang baru dapat berjalan optimal.

"Ke depan, kita harus bekerja optimal dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana," ajaknya Sachrudin, Wali Kota Tangerang.

Ketua FPRB Kota Tangerang terpilih, Supiani, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berfungsi sebagai wadah kolaborasi pentaheliks, menyatukan akademisi, media, hingga organisasi masyarakat sipil. Fokus utama mereka adalah meningkatkan kapasitas warga di tingkat akar rumput melalui proses pemetaan risiko yang dilakukan secara partisipatif.

"Kami sudah menyiapkan program kerja konkret, mulai dari pemetaan risiko partisipatif, edukasi kebencanaan, hingga penguatan relawan melalui pelatihan," ujar Supiani, Ketua FPRB Kota Tangerang.

Supiani menambahkan bahwa rencana kerja FPRB akan diintegrasikan secara erat dengan program Kampung Siaga Bencana yang telah tersebar di setiap kelurahan. Pola integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem penanggulangan yang lebih terstruktur dan responsif saat terjadi kondisi darurat.