PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Mataram secara resmi menyampaikan imbauan penting kepada ratusan jemaah haji yang akan berangkat untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Madinah, Arab Saudi. Imbauan ini bertujuan utama untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan para jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pemberian arahan khusus tersebut disampaikan oleh Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, pada saat acara pelepasan resmi 393 jemaah haji yang tergabung dalam kloter 10 pada hari Minggu, 3 Mei 2026. Momen pelepasan ini menjadi titik penting bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan kesehatan.
Berdasarkan informasi yang diterima dari petugas yang berada di lapangan, situasi di Madinah dilaporkan mulai padat akibat kedatangan gelombang jemaah lain, disertai dengan peningkatan suhu udara yang signifikan.
Wali Kota Mataram menjelaskan bahwa komunikasi telah dilakukan dengan petugas di Makkah mengenai perkembangan situasi terkini di Madinah. "Kami sudah berkomunikasi (petugas di Makkah) bahwa situasi di Madinah sudah mulai padat, karena banyak Jemaah berdatangan. Iklim sudah mulai cukup panas, dan tadi malam kami dipesan agar para jemaah bisa menjaga Kesehatan dengan baik," kata Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram.
Sebagai langkah mitigasi, penekanan utama diberikan pada pentingnya menjaga asupan cairan tubuh dan memastikan istirahat yang memadai bagi para calon jemaah. Hal ini krusial untuk menjamin stamina jemaah tetap prima menghadapi jadwal kegiatan ibadah yang padat.
Mohan Roliskana juga menambahkan anjuran spesifik untuk perlindungan diri selama berada di sana. "Kami imbau agar jemaah perbanyak minum air putih, istirahat yang cukup dan tetap menggunakan masker. Karena nanti bapak ibu jemaah haji akan banyak kegiatan yang dijalani disana," sambung Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram.
Selain aspek kesehatan, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan koordinasi yang erat antara jemaah dengan ketua kloter masing-masing. Disiplin dianggap sebagai kunci utama untuk kelancaran dan keamanan seluruh rombongan.
Mohan berpesan agar komunikasi antar jemaah dan petugas selalu dijaga dengan baik demi keamanan bersama. "Jaga betul ketertiban, kedisiplinan, dan yang paling penting harus tetap berkomunikasi dengan ketua kloter. Tolong ingat pesan saya, komunikasi harus dijaga baik selama di Madinah nanti. Kami harap para jemaah bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat. Dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga," tandas Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram.
Kloter 10 asal Kota Mataram ini, menurut data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, berjumlah 388 jemaah, empat petugas kloter, dan satu petugas haji daerah. Mereka dijadwalkan akan memulai perjalanan menuju Arab Saudi pada dini hari Senin, 4 Mei 2026.