PORTAL7.CO.ID - Tren modifikasi bagian kaki-kaki sepeda motor di wilayah Depok kini semakin mengarah pada penggunaan teknik pengecatan powder coating. Metode yang memanfaatkan serbuk khusus ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap durabilitas komponen kendaraan dibandingkan cat cair biasa.
Dikutip dari Detik Oto, pemilik bengkel BAMS Powder Coat di Depok, Fiqo Natapraja, memberikan penjelasan mendalam mengenai keunggulan serta batasan dari teknik ini pada Minggu (3/5/2026). Informasi ini sangat penting bagi para pemilik motor agar hasil akhir pada velg sesuai dengan ekspektasi mereka.
Aspek ketahanan menjadi nilai jual utama dari metode pengecatan serbuk yang kini kian digemari para modifikator. Fiqo memaparkan bahwa teknik ini sangat ideal bagi pengendara yang memprioritaskan perlindungan maksimal pada komponen motor dari berbagai kondisi cuaca ekstrem.
"Pertama dia tahan panas, lalu tingkat pelunturannya itu sangat kecil, dan dia anti korosi," ujar Fiqo saat menjelaskan keunggulan utama dari material serbuk tersebut.
Lapisan yang dihasilkan melalui proses pemanasan ini memiliki karakteristik yang jauh lebih tebal daripada cat konvensional. Hal ini berdampak pada meningkatnya kekuatan permukaan velg atau komponen logam lainnya dalam menghadapi risiko benturan selama penggunaan di jalan raya.
"Dia lebih kuat dari benturan, kecuali benturan tajam ya. Jadi untuk keperluan otomotif yang sifatnya medium sampai berat, memang lebih dianjurkan powder coating," tambah Fiqo mengenai ketangguhan materialnya.
Selain faktor kekuatan fisik, proses pengerjaan powder coating juga memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja di bengkel. Berbeda dengan cat cair yang sering mengeluarkan aroma kimia menyengat, cat serbuk ini relatif tidak meninggalkan bau yang mengganggu selama proses aplikasinya.
Meskipun unggul dalam hal proteksi, teknik powder coating masih memiliki keterbatasan pada sisi variasi estetika warna. Hingga saat ini, pilihan warna yang disediakan oleh produsen cat serbuk belum sebanyak pilihan pada cat semprot atau cat berbahan dasar cairan.
"Mungkin ini masalah waktu saja karena belum banyak yang tahu. Akhirnya produsen juga mengadakan varian cat masih kurang banyak," kata Fiqo terkait alasan terbatasnya koleksi warna saat ini.