PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan langkah progresif dalam mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di wilayahnya. Fokus utama kini tertuju pada implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau yang dikenal sebagai waste to energy.

Langkah strategis ini dipandang sebagai solusi fundamental untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan Bogor Raya secara keseluruhan. Proyek ini diharapkan mampu mengubah paradigma penanganan sampah konvensional yang selama ini diterapkan.

Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam sebuah pertemuan penting yang diselenggarakan baru-baru ini. Agenda pertemuan tersebut adalah mengoordinasikan persiapan teknis dan administratif proyek ambisius tersebut.

Rudy Susmanto memimpin langsung rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah yang memiliki kaitan langsung dengan urusan pengelolaan sampah dan energi. Pertemuan krusial ini dilaksanakan pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan target waktu yang jelas mengenai pelaksanaan proyek inovatif ini. Ia menekankan pentingnya percepatan agar dampak positifnya segera dirasakan oleh masyarakat.

"Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Galuga," ujar salah satu pejabat yang hadir dalam rapat tersebut.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Bogor Raya. Hal ini disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin rapat bersama perangkat daerah terkait pada Kamis malam (12/3/26).

Target groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk proyek waste to energy di TPA Galuga telah ditetapkan oleh Bupati Bogor. Pihaknya menargetkan monumental ini dapat terlaksana pada tahun 2026 mendatang.

Proyek ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengelola volume sampah yang terus meningkat tanpa hanya bergantung pada metode penimbunan konvensional. Ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bogor dalam adaptasi teknologi hijau.