PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengambil langkah proaktif menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2026 dengan memprioritaskan dukungan kesehatan dan mobilitas bagi para lansia. Fokus utama ini diarahkan untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Langkah strategis ini muncul setelah Pemkab Gresik melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah haji pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak jemaah lansia adalah dukungan kesehatan dan sarana pendukung mobilitas.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa persiapan fisik menjadi kunci utama mengingat tantangan cuaca panas dan aktivitas berjalan kaki yang intens di Tanah Suci. Dukungan fasilitas ini bertujuan mencegah jemaah menghabiskan bekal mereka untuk biaya pengobatan tak terduga.
"Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Di sana aktivitasnya fisik, berjalan jauh, cuaca panas. Kalau tidak disiapkan, biaya untuk obat bisa menghabiskan bekal jemaah," terang Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sebagai realisasi prioritas tersebut, Pemkab Gresik telah menyiapkan paket obat-obatan lengkap bagi para calon jemaah. Paket medis ini mencakup vitamin harian yang dirancang untuk kebutuhan selama 40 hari, termasuk obat flu, batuk, vitamin B kompleks, dan pereda nyeri.
Selain dukungan farmasi, Pemkab Gresik juga menyediakan fasilitas pendukung mobilitas berupa 101 unit kursi roda. Fasilitas ini akan disalurkan melalui mekanisme pinjam pakai, hasil koordinasi lintas sektor antara Pemkab dengan Dinas Sosial dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa program ini merupakan hasil pembelajaran dari tahun sebelumnya dan akan terus dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif agar pelayanan semakin optimal.
"Kita masih belajar, tapi yang terpenting adalah program ini benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Ke depan akan kita evaluasi dan perkuat melalui koordinasi yang lebih intens," tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, mengonfirmasi adanya peningkatan konsisten jumlah jemaah kategori lansia setiap tahunnya. Hal ini memperkuat urgensi sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan terbaik.