PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan respons cepat dalam mengatasi persoalan sampah liar yang menggunung di wilayah Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, pada Senin (9/3) lalu. Tindakan tegas ini diambil menyusul laporan mengenai penumpukan sampah di lokasi yang selama ini dijadikan tempat pembuangan ilegal.

Untuk menanggulangi volume sampah yang signifikan tersebut, puluhan unit truk pengangkut sampah dan alat berat telah dikerahkan ke lokasi pembuangan liar tersebut. Pembersihan skala besar ini merupakan kolaborasi antarinstansi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bambam Setia Aji, menyampaikan bahwa skala pembersihan memerlukan mobilisasi sumber daya yang besar. Diperkirakan, pembersihan total tumpukan sampah tersebut akan membutuhkan sekitar 50 unit kendaraan pengangkut sampah.

"Alhamdulillah penanganan sampah liar di Desa Kopo sudah berjalan kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait alat beratnya. Hari ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan, sementara esoknya akan ditambah 25 unit lagi," ujar Bambam Setia Aji, dilansir dari Bogor Plus.

Langkah penanganan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah saja, tetapi melibatkan sinergi aktif antara pemerintah desa dan warga setempat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Enam Rukun Tetangga (RT) yang berada di sekitar area pembuangan sampah telah menyatakan kesepakatan tegas untuk menghentikan praktik pembuangan sampah sembarangan di lokasi tersebut. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan demi mencegah terulangnya pembuangan ilegal.

Camat Cisarua, Heri Risnandar, menjelaskan bahwa lokasi tersebut awalnya merupakan titik pembuangan sampah liar sebelum ada upaya pengelolaan lebih lanjut. Warga setempat kemudian berinisiatif mengelola sampah agar lebih terkendali sebelum diangkut oleh petugas DLH.

"Warga setempat kemudian mencoba mengelola sampah agar lebih terkendali, sehingga dijadikan penampungan sementara sebelum diangkut DLH," jelas Heri Risnandar.

Heri menambahkan bahwa warga juga ikut berkontribusi secara finansial untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut. Meskipun demikian, pembuangan sampah yang berasal dari luar wilayah desa masih menjadi tantangan signifikan bagi kelancaran proses ini.