PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menetapkan target ambisius untuk merenovasi sebanyak 400.000 unit rumah yang dikategorikan tidak layak huni di seluruh Indonesia pada tahun berjalan.

Program prioritas ini dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih populer disebut program bedah rumah, yang akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa fase pengerjaan.

Informasi mengenai pelaksanaan program ini didapatkan dilansir dari Detikcom pada hari Senin, 30 Maret 2026, menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menangani isu perumahan rakyat.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa pelaksanaan tahap awal pengerjaan akan segera dimulai secara serentak setelah proses verifikasi data mengenai calon penerima bantuan rampung di lapangan.

Tahap pertama renovasi dijadwalkan untuk mulai berjalan pada bulan April 2026, dengan fokus awal menyasar sebanyak 83.000 unit rumah yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Mengenai jadwal pasti dimulainya, Menteri Maruarar Sirait menegaskan, "Tanggal 15 April. Semua. Semuanya kita siapkan. Pokoknya setelah verifikasi, langsung jalan," saat meninjau lokasi sasaran di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus peninjauan awal adalah Desa Pete, Tigaraksa, di mana kondisi hunian warga seperti milik Sahlan, Ahmad, dan Sumiyati dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.

Setelah fase pertama yang ditargetkan selesai pada bulan April, Kementerian PKP berencana untuk mengakselerasi pembangunan pada tahap kedua yang diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei mendatang.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk mempercepat proses verifikasi data agar target keseluruhan 400.000 unit rumah dapat tercapai sesuai jadwal melalui manajemen pengerjaan yang didorong secara berkelanjutan setiap bulannya.