PORTAL7.CO.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menyatakan dukungan terhadap usulan yang datang dari para Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mengenai waktu pelaksanaan Muktamar. Keputusan ini diambil setelah melalui proses koordinasi mendalam di tingkat pusat dan wilayah.

Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Juli atau awal Agustus tahun 2026. Lokasi yang disepakati untuk menjadi tempat penyelenggaraan acara besar ini adalah di Jakarta.

Kesepakatan mengenai jadwal dan lokasi ini dinilai sangat sinkron dengan hasil rapat pleno sebelumnya serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh Rais Aam PBNU. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara aspirasi wilayah dan keputusan struktur pimpinan pusat.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi terhadap suara bulat yang disampaikan oleh seluruh pimpinan wilayah. Menurutnya, hal ini menjadi penguat bagi keputusan internal yang sudah digodok oleh jajaran petinggi PBNU.

"Apa yang disuarakan forum Ketua PWNU se-Indonesia pada prinsipnya sejalan dengan hasil rapat pleno dan kebijakan Rais Aam. Karena itu, kami menyambut baik permintaan para Ketua PWNU," ujar Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.

Sebelumnya, para Ketua PWNU se-Indonesia telah mengadakan pertemuan pada Senin (27/4) untuk membahas kepastian jadwal Muktamar. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya mengacu pada keputusan rapat pleno PBNU yang dilaksanakan pada 29 Januari 2026.

Gus Ipul, selaku Ketua Panitia Muktamar, memastikan bahwa persiapan teknis sedang dimatangkan secara serius. Pembentukan panitia khusus juga telah rampung untuk menjamin semua tahapan dapat berjalan secara sistematis menuju hari pelaksanaan.

"Panitia kecil sedang bekerja keras menuju Muktamar Agustus. Alhamdulillah, susunan kepanitiaan Munas Konbes, sekaligus Muktamar sudah dituntaskan," terang Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.

Selain fokus pada kepanitiaan inti, PBNU juga memberikan perhatian serius terhadap administrasi internal organisasi. Sebuah tim panel khusus telah dibentuk untuk menangani hal-hal teknis terkait surat keputusan kepengurusan di berbagai tingkatan.