Menjaga kehalalan makanan merupakan kewajiban setiap Muslim demi menjaga keberkahan hidup dan kesehatan jasmani. Salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia adalah kerupuk kulit atau rambak yang sering kita jumpai di berbagai tempat makan. Namun, kita perlu waspada karena di pasaran terdapat produk yang berasal dari bahan yang diharamkan oleh syariat Islam.
Menurut Dr. Nanung Danar Dono dari UGM, kulit babi memang sering diolah menjadi kerupuk dengan tampilan yang sekilas mirip kulit sapi. Secara visual, kerupuk kulit babi cenderung memiliki warna yang lebih putih bersih dan penampilannya tampak lebih cerah. Sebaliknya, kerupuk kulit sapi biasanya memiliki warna yang agak kuning, keruh, serta cenderung berwarna kecokelatan.
Islam memberikan batasan yang jelas mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh umatnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan keharaman babi dalam kitab suci Al-Qur'an sebagai pedoman utama bagi kita semua dalam memilih asupan.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ
Terjemahan: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi... (QS. Al-Ma'idah: 3)
Selain warna, perbedaan mencolok terletak pada tekstur di mana kerupuk babi lebih renyah dan rapuh karena rongga di dalamnya sangat halus. Kerupuk kulit sapi justru memiliki tekstur yang lebih tebal, sedikit keras, namun memberikan sensasi kenyal saat dikunyah oleh kita. Dari segi harga, kerupuk babi relatif dijual lebih murah dibandingkan kerupuk sapi yang harganya jauh lebih tinggi di pasaran.
Dalam penggunaan kuliner, kerupuk kulit sapi lebih sering digunakan sebagai tambahan masakan berkuah seperti sayur krecek karena tidak mudah hancur. Sementara itu, kerupuk babi sangat jarang dicampurkan ke dalam sayur karena sifatnya yang mudah lembek dan hancur saat terkena cairan. Sahabat Muslim disarankan untuk selalu memeriksa label halal atau bertanya kepada penjual sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut.
Kewaspadaan dalam memilih menu makanan harian akan menjauhkan kita dari perkara syubhat maupun yang sudah jelas keharamannya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu mengonsumsi makanan yang thayyib dan penuh keberkahan bagi keluarga tercinta. Mari kita lebih teliti dan peduli terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh kita demi menjaga kesucian hati dan diterimanya amal ibadah.