Menyambut perayaan Natal 2025, salah satu tradisi yang tak terpisahkan bagi banyak keluarga di dunia adalah menonton kembali film-film bertema liburan. Di antara sekian banyak judul, seri film "Home Alone" tetap menempati posisi tertinggi sebagai tontonan klasik wajib. Film yang pertama kali dirilis pada tahun 1990 ini sukses menghadirkan kombinasi unik antara komedi, petualangan anak-anak, dan kehangatan keluarga. Kehadirannya selalu dinantikan untuk mengisi suasana liburan akhir tahun.

Meskipun sering dianggap sebagai satu kesatuan, waralaba "Home Alone" terdiri dari beberapa film dengan kualitas dan koneksi cerita yang bervariasi. Bagi penonton yang ingin menikmati keseluruhan saga, penting untuk mengetahui urutan rilis yang benar agar pengalaman menonton lebih maksimal. Urutan ini dimulai dari dua film pertama yang dibintangi oleh Macaulay Culkin, yang dianggap sebagai inti dari waralaba tersebut. Film-film berikutnya berfungsi sebagai sekuel atau *spin-off* yang berdiri sendiri.

Film pertama, "Home Alone" (1990), menceritakan Kevin McCallister yang tertinggal sendirian di rumah saat keluarganya berlibur ke Paris. Kesuksesan besar film ini kemudian dilanjutkan dengan sekuel langsung, "Home Alone 2: Lost in New York" (1992), di mana Kevin kembali terpisah dari keluarganya, kali ini di Kota New York. Kedua film ini disutradarai oleh Chris Columbus dan ditulis oleh John Hughes, menjadikannya standar emas dalam genre film Natal.

Menurut kritikus film, dua seri awal tersebut berhasil menangkap esensi nostalgia Natal yang sulit ditandingi oleh sekuel-sekuelnya. Transisi pemeran dan tim kreatif pada film ketiga dan seterusnya menyebabkan adanya penurunan kualitas cerita dan karakterisasi. Meskipun demikian, film ketiga, "Home Alone 3" (1997), memperkenalkan karakter utama yang baru, Alex Pruitt, dan menawarkan plot spionase yang berbeda. Hal ini menunjukkan upaya studio untuk memperluas cakupan waralaba di luar kisah keluarga McCallister.

Urutan menonton kemudian dilanjutkan dengan "Home Alone 4: Taking Back the House" (2002), yang mencoba menghidupkan kembali karakter Kevin McCallister namun dengan pemeran yang berbeda. Film keempat ini umumnya dianggap sebagai yang paling lemah karena perubahan drastis pada plot dan karakter ikonik. Sementara itu, "Home Alone: The Holiday Heist" (2012) dan "Home Sweet Home Alone" (2021) menjadi penutup seri yang mencoba menyesuaikan humor klasik dengan latar belakang modern.

Menjelang Natal 2025, ketersediaan film-film ini di platform *streaming* menjadi pertimbangan utama bagi pemirsa. Mayoritas seri "Home Alone" biasanya tersedia di layanan *streaming* besar, menjadikannya mudah diakses untuk maraton tontonan. Ketersediaan yang luas ini memastikan bahwa tradisi menonton Kevin McCallister melawan perampok bodoh dapat terus dipertahankan oleh generasi baru penonton.

Oleh karena itu, bagi penonton yang ingin merasakan keajaiban Natal secara utuh, disarankan untuk memulai tontonan dengan dua film pertama yang ikonik. Terlepas dari perbedaan kualitas antar seri, waralaba "Home Alone" telah mengukuhkan dirinya sebagai penanda penting musim liburan. Kehangatan kisah keluarga dan jebakan-jebakan cerdik Kevin akan selalu menjadi bagian integral dari perayaan Natal 2025.