PORTAL7.CO.ID - Umat Islam di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, perlu memperhatikan waktu penting sebelum memulai ibadah puasa pada Senin, 2 Maret 2026. Penentuan waktu imsak menjadi krusial sebagai alarm alami untuk segera mengakhiri aktivitas makan dan minum di pagi hari. Pemerintah melalui otoritas terkait telah menetapkan jadwal resmi bagi masyarakat setempat agar ibadah berjalan lancar dan tepat waktu.
Berdasarkan data resmi dari laman Bimas Islam Kementerian Agama, waktu imsak untuk wilayah Sinjai dan sekitarnya jatuh pada pukul 04.40 WITA. Jadwal ini berfungsi sebagai pengingat bagi warga untuk segera membersihkan diri dan bersiap menghadapi waktu Subuh. Mengingat waktu imsak yang fluktuatif setiap harinya, pengecekan jadwal secara berkala sangat dianjurkan bagi seluruh umat yang menjalankan ibadah puasa.
Menjalankan sahur bukan sekadar rutinitas makan dini hari, melainkan bagian integral dalam menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Aktivitas ini sangat dianjurkan bagi setiap muslim untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh selama seharian penuh. Dengan asupan nutrisi yang cukup saat sahur, umat dapat menjalankan kewajiban agama sekaligus tetap produktif dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menekankan pentingnya sahur dengan merujuk pada hadits Rasulullah SAW mengenai keberkahan di dalamnya. Dalam HR Bukhari Nomor 1789, Nabi bersabda agar umat Islam bersahur karena terdapat berkah yang melimpah pada waktu tersebut. Keberkahan ini diyakini mampu memberikan energi tambahan dan mengurangi rasa lelah berlebih saat tubuh tidak mendapatkan asupan selama belasan jam.
Selain anjuran untuk makan, Rasulullah SAW juga memberikan teladan mengenai waktu terbaik untuk mengakhiri aktivitas sahur tersebut. Merujuk pada hadits riwayat Bukhari nomor 547, beliau terbiasa mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu salat dengan jeda setara membaca lima puluh ayat Al-Qur'an. Praktik mengakhirkan waktu makan ini bertujuan agar cadangan energi dalam tubuh tetap maksimal hingga waktu berbuka puasa tiba.
Ibadah sahur juga memiliki makna filosofis sebagai pembeda identitas puasa umat Islam dengan kaum terdahulu atau ahli kitab. Rasulullah SAW dalam HR Muslim nomor 1836 menegaskan bahwa perbedaan mendasar antara puasa kita dan mereka terletak pada aktivitas makan sahur. Hal ini menunjukkan bahwa sahur merupakan keistimewaan syariat Islam yang harus dijaga dan diamalkan oleh setiap mukmin yang berpuasa.
Dengan mengetahui jadwal imsakiyah yang akurat, warga Sinjai diharapkan dapat mengatur waktu istirahat dan persiapan sahur dengan lebih efisien. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal ini mencerminkan ketaatan dalam beribadah serta bentuk kesiapan spiritual dalam menyambut hari. Semoga ibadah puasa yang dijalankan membawa kedamaian dan meningkatkan kualitas ketakwaan bagi seluruh masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
Sumber: Infonasional