PORTAL7.CO.ID - Umat Muslim di Kota Medan diimbau untuk menjadikan jadwal imsakiyah sebagai panduan utama dalam menjalankan ibadah puasa pada tanggal 14 Maret 2026, yang bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 Hijriah. Jadwal ini sangat krusial untuk memastikan ketertiban pelaksanaan ibadah sepanjang bulan suci.
Fungsi utama jadwal imsakiyah adalah sebagai penanda waktu batas akhir sahur, yaitu sebelum azan Subuh, hingga waktu magrib sebagai penanda berbuka puasa. Kepatuhan terhadap jadwal ini menjaga kesempurnaan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Dengan adanya panduan waktu yang jelas ini, masyarakat dapat mengatur rutinitas harian mereka selama Ramadan dengan lebih efektif, baik bagi yang memiliki tanggung jawab pekerjaan maupun pendidikan. Waktu berbuka puasa menjadi momen penting yang menandai berakhirnya kewajiban puasa harian.
Diharapkan, ketaatan terhadap jadwal imsakiyah resmi dan terpercaya ini akan menjadikan pelaksanaan ibadah di Kota Medan pada hari tersebut lebih disiplin, teratur, dan penuh berkah. Hal ini merupakan langkah preventif agar tidak ada umat yang terlewat waktu sahur atau berbuka.
Informasi mengenai jadwal penting pada hari ke-24 Ramadan 1447 H di Kota Medan ini telah tersedia untuk menjadi rujukan masyarakat. Jadwal ini mencakup waktu-waktu krusial yang menunjang kekhusyukan ibadah.
Dilansir dari Bansos, informasi ini penting untuk diketahui oleh seluruh Muslimin di wilayah Medan. Sumber tersebut menyediakan data yang akurat mengenai waktu imsak dan berbuka sesuai perhitungan kalender Hijriah yang berlaku.
Terkait niat puasa, terdapat lafal khusus yang dianjurkan untuk diucapkan oleh setiap Muslim yang akan melaksanakan puasa wajib Ramadan. Lafal ini meneguhkan komitmen batin sebelum memulai ibadah puasa.
Lafal niat puasa Ramadan adalah: "Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala." Lafal ini kemudian diterjemahkan menjadi ungkapan niat yang tulus.
"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala," demikian bunyi terjemahan dari lafal niat tersebut. Ungkapan ini menjadi penanda sahnya puasa yang akan dijalani.