PORTAL7.CO.ID - Pertumbuhan signifikan terus dicatatkan oleh sektor kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa populasi motor listrik di Tanah Air telah berhasil menembus angka fantastis, mencapai 236.451 unit per Februari 2026.
Angka ini merupakan lonjakan besar jika dibandingkan dengan catatan tiga tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2022, jumlah motor listrik yang terdaftar di Indonesia baru mencapai 31.101 unit saja.
Pertumbuhan pesat ini menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai transisi energi di sektor transportasi nasional. Kendaraan listrik, khususnya sepeda motor, menjadi kontributor terbesar dalam elektrifikasi kendaraan di Indonesia saat ini.
Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, memberikan pandangannya mengenai perkembangan tren ini. Ia menekankan bahwa meskipun terjadi peningkatan, masih banyak ruang untuk percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan tersebut.
"Kita lihat ini (kendaraan listrik) terus tumbuh dan yang terbesar sektor roda dua. Tapi dibandingkan angka 140 juta motor bensin, ini belum apa-apa. Makanya, butuh akselerasi dan percepatan," ujar Trois Dilisusendi, Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM.
Lebih lanjut, Trois Dilisusendi juga memaparkan data agregat mengenai total populasi kendaraan listrik nasional. Total kendaraan listrik, termasuk mobil dan jenis kendaraan besar lainnya, sudah mencapai angka 358 ribu unit.
"Jadi kalau kita melihat total populasi kendaraan listrik, angkanya sudah 358 ribuan unit, di mana memang terbesar masih disumbang roda dua," kata Trois Dilisusendi, Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM.
Data tersebut mengindikasikan bahwa motor listrik menyumbang sekitar 65 persen dari keseluruhan populasi kendaraan listrik di Indonesia. Sisanya didistribusikan untuk mobil, bus, hingga truk listrik yang kini mulai mengisi pasar.
Lonjakan drastis kepemilikan motor listrik pada periode sebelumnya sangat dipengaruhi oleh kebijakan insentif dari pemerintah. Program subsidi sebesar Rp 7 juta per unit yang diberlakukan sejak tahun 2022 hingga akhir 2024 menjadi pemicu utama.