PORTAL7.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan sisi humanisnya saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap dua. Momen santai tersebut terjadi di Kawasan Industri, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).

Acara peresmian yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara tersebut diwarnai gelak tawa ketika Kepala Negara menyapa para menteri dan Kapolri secara bergantian. Suasana formal acara berubah menjadi lebih akrab berkat interaksi ringan dari Presiden.

Salah satu sasaran candaan Presiden adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono. Presiden mengingatkan Menteri KP tersebut untuk menjaga stamina agar tidak terulang kejadian sebelumnya.

Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan pesan kepada Menteri KP tersebut, "Saudara Sakti Wahyu Trenggono, sakti terus ya. Enggak boleh pingsan lagi. Sudah saya nggak panggil-panggil hari Sabtu-Minggu, saya nggak panggil lagi," kata Prabowo.

Selain itu, perhatian Presiden juga tertuju pada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Presiden Prabowo sempat mengomentari perubahan fisik sang Jenderal yang terlihat lebih ramping.

Presiden kemudian melontarkan pertanyaan bernada gurauan mengenai kondisi fisik Kapolri tersebut. "Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, makin kurus kau ya. Kenapa makin kurus? Stres?" ujar Prabowo sambil tertawa.

Suasana jenaka kembali memuncak menjelang akhir pidatonya ketika Presiden menyadari ketidakhadiran nama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam daftar sapaan resmi. Presiden spontan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan administrasi tersebut.

Presiden mempertanyakan sumber kesalahan administrasi tersebut, apakah berasal dari staf kepresidenan atau karena faktor kesehatannya sendiri. "Menteri perindustrian, kok namamu nggak ada di sini. Wah ini salah siapa ini, minta maaf saudara Agus Gumiwang atau mata saya sudah ini," ujarnya.

Momen ini menunjukkan dinamika kerja yang cair antara Presiden dan jajaran kabinetnya, meskipun sedang menjalankan agenda penting kenegaraan terkait investasi dan pengembangan industri nasional.