DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemerintah Kota Depok bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait luapan air limbah dari kegiatan restoran Mie Gacoan. Aduan mengenai pencemaran di area Margonda tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan warga melalui media sosial.
Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi Mie Gacoan setelah menerima laporan tersebut. Sebagai langkah awal penanganan, DLHK melakukan pembersihan area yang terdampak limbah pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Kami bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Pembersihan area tercemar langsung dilakukan sebagai langkah awal penanganan,” ujar Abdul Rahman saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Keesokan harinya, Kamis, 8 Januari 2026, DLHK kembali turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sistem sanitasi restoran. Dari hasil verifikasi tersebut, DLHK memerintahkan sejumlah langkah perbaikan dan pembersihan kepada pihak manajemen Mie Gacoan.
Pria yang akrab disapa Abra itu merinci, DLHK mewajibkan pihak restoran melakukan penyedotan terhadap tiga unit bak penampung air limbah. Proses penyedotan ini disaksikan langsung oleh petugas DLHK pada Jumat, 9 Januari 2026.
Selain penyedotan, DLHK juga memerintahkan restoran tersebut untuk menutup secara permanen pipa saluran air hujan yang terbukti mengarah ke bak penampung limbah, guna mencegah luapan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Abra menuturkan bahwa Mie Gacoan diwajibkan membersihkan seluruh area yang terdampak luapan limbah, baik di area kegiatan restoran maupun fasilitas umum di sekitarnya.
Ia menegaskan, langkah yang diambil oleh DLHK merupakan bagian dari pembinaan pengelolaan lingkungan terhadap pelaku usaha. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan operasional restoran berjalan sesuai dengan izin lingkungan yang dimiliki.
“Pengawasan kami lakukan untuk memastikan pengelolaan limbah, kebersihan, dan sanitasi dijalankan dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan,” pungkasnya.