Rumor pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar kembali mengguncang Microsoft, salah satu raksasa teknologi dunia. Perusahaan yang dipimpin Satya Nadella ini dilaporkan tengah mempersiapkan pemangkasan hingga 22.000 posisi karyawan di berbagai divisi. Gelombang PHK masif ini diprediksi akan dieksekusi pada awal kuartal pertama tahun 2026 mendatang.
Langkah drastis ini disebut sebagai bagian integral dari strategi restrukturisasi perusahaan yang berfokus pada Kecerdasan Buatan (AI). Microsoft diketahui tengah mengalihkan sebagian besar belanja modal mereka ke investasi infrastruktur teknologi tinggi. Investasi tersebut meliputi pengembangan unit pemrosesan grafis (GPU) dan pembangunan pusat data baru yang sangat mahal.
Untuk menyeimbangkan biaya investasi infrastruktur AI yang masif, perusahaan perlu melakukan penghematan signifikan di sektor lain. Efisiensi biaya ini diprioritaskan pada sektor sumber daya manusia (SDM) yang dianggap kurang strategis dalam peta jalan AI. Dilansir dari laporan Neowin, pemangkasan ini merupakan langkah antisipatif jangka panjang untuk menopang ambisi AI Microsoft.
Analis industri menilai bahwa fenomena PHK di tengah fokus AI adalah tren yang tak terhindarkan di sektor teknologi global. Perusahaan besar kini berupaya mengotomatisasi fungsi-fungsi non-inti untuk membebaskan anggaran bagi talenta khusus AI. Restrukturisasi semacam ini menunjukkan bahwa prioritas bisnis telah bergeser dari pertumbuhan SDM konvensional menuju inovasi berbasis mesin.
Implikasi dari pemangkasan 22.000 karyawan ini tentu sangat besar, baik bagi internal perusahaan maupun pasar tenaga kerja global. Secara internal, Microsoft berharap dapat menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan gesit dalam menghadapi kompetisi AI yang ketat. Keputusan ini juga mengirim sinyal kuat bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama profitabilitas di masa depan.
Gelombang PHK yang direncanakan ini bukan kali pertama dilakukan oleh Microsoft dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan pemangkasan ribuan karyawan pada tahun 2023 dan awal 2024 sebagai respons terhadap perlambatan pertumbuhan. Tren serupa juga terlihat di perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Meta dan Amazon, yang juga sedang melakukan perampingan demi fokus pada inovasi generatif AI.
Secara keseluruhan, persiapan PHK 2026 ini mempertegas komitmen Microsoft untuk memimpin perlombaan teknologi Kecerdasan Buatan. Meskipun harus dibayar mahal dengan pengorbanan ribuan posisi, perusahaan yakin bahwa restrukturisasi ini akan menjamin daya saing jangka panjang. Fokus utama saat ini adalah memastikan alokasi modal efektif mendukung pengembangan produk dan layanan AI mutakhir secara global.