Keberhasilan sebuah negara di kancah olahraga internasional tidak hanya diukur dari medali yang diraih saat ini, tetapi juga dari kualitas pembinaan atlet usia dini. Regenerasi atlet menjadi fondasi krusial yang menjamin kesinambungan prestasi olahraga nasional di masa depan.

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam transisi atlet junior menuju level senior yang kompetitif secara global. Kurangnya kompetisi berjenjang dan sarana pelatihan yang merata di seluruh daerah menjadi penghambat utama proses ini.

Pemerintah melalui lembaga terkait telah berupaya memusatkan pelatihan melalui program pemusatan latihan nasional untuk cabang olahraga unggulan. Namun, pemetaan bakat yang efektif perlu dilakukan sejak tingkat sekolah dasar dan klub lokal agar jangkauan pembinaan lebih luas.