PORTAL7.CO.ID - Persib Bandung saat ini tengah berada di posisi puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia musim 2025/2026 dengan mengoleksi 65 poin dari 28 pertandingan yang telah dilalui. Posisi ini sangat krusial mengingat persaingan di fase akhir kompetisi semakin memanas.

Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan peringatan khusus kepada skuat Maung Bandung agar tidak hanya fokus pada aspek teknis permainan di lapangan hijau. Ia menekankan bahwa ancaman non-teknis bisa menjadi batu sandungan serius menuju gelar juara.

Persaingan ketat terjadi karena Borneo FC, yang berada di peringkat kedua, terus membayangi perolehan poin Persib. Kondisi ini membuat faktor mental dan ketahanan jiwa pemain dianggap lebih penting daripada sekadar strategi taktis saat ini.

Peringatan ini disampaikan oleh Dedi Mulyadi saat meninjau peluang Persib untuk meraih trofi musim ini. Ia menekankan perlunya kesiapan mental yang kuat untuk menghadapi dinamika di luar lapangan yang sulit diprediksi.

"Ya juara dulu tapi kan untuk menjadi juara ini saya lihat perlu ketahanan emosi yang sangat kuat, ketahanan mental, ketahanan jiwa agar Persib terbebas dari tangan-tangan yang tidak terlihat," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menilai bahwa stabilitas emosional para punggawa Persib akan menjadi kunci utama untuk melewati enam pertandingan sisa musim ini. Tekanan tinggi dari pendukung dan atmosfer pertandingan yang makin intens menjadi tantangan besar bagi mental pemain.

Selain fokus pada kemenangan di lapangan, publik juga mulai menyoroti isu lokasi perayaan jika Persib berhasil mengunci gelar juara. Hal ini muncul karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung di Gedung Sate.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi meminta manajemen dan Bobotoh untuk menempatkan prioritas utama pada pengamanan trofi juara terlebih dahulu, sebelum memikirkan detail perayaan.

"Ya pokoknya jadi juara dulu, pasti nanti perayaan menemukan tempat yang indah. Kan di Gedung Sate bisa juga lewat belakang," ucap Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.