PORTAL7.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengutarakan niatnya untuk melaksanakan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026 ke kampung halamannya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Momen ini dimanfaatkan Bahlil untuk menyuarakan keprihatinannya mengenai pentingnya penyesuaian nominal uang saku bagi para peserta program mudik gratis.
Aspirasi mengenai kenaikan uang saku ini disampaikan Bahlil saat menghadiri acara pelepasan peserta mudik gratis yang diselenggarakan oleh Partai Golkar di Jakarta Barat pada Selasa (17/3/2026). Ia menyoroti bahwa nominal uang saku tersebut telah stagnan selama enam tahun terakhir tanpa mengalami penambahan berarti.
"Jauh lebih penting kalau saya pulang ke kampung dan Insyaallah saya juga akan mudik," ujar Bahlil, sebagaimana dikutip dari TribunPapuaBarat.com pada Rabu (18/3/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas pribadinya untuk kembali ke daerah asal.
Bahlil menekankan bahwa kegiatan pulang kampung memiliki makna mendalam, terutama untuk bersua dengan keluarga besar serta sahabat lama yang telah mendukungnya selama ini. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan dari masyarakat merupakan elemen krusial bagi keberlangsungan Partai Golkar.
Terkait dengan isu uang saku, Bahlil mendesak adanya percepatan dalam penyesuaian besaran dana tersebut sebelum keberangkatan para pemudik dimulai. "Jadi kalau bisa, segera sebelum pemberangkatan, susulan kenaikan daripada itu. Itu paling penting. Setuju ya?" kata Bahlil, memberikan penekanan kuat pada urgensi kenaikan tersebut.
Dalam agenda pelepasan pemudik yang diselenggarakan oleh partainya tersebut, Partai Golkar menyediakan total 20 unit armada bus. Total kapasitas bus tersebut mampu memberangkatkan sekitar 1.000 pemudik menuju berbagai destinasi di Jawa dan sekitarnya, seperti Solo, Klaten, Yogyakarta, dan Cirebon.
Lebih lanjut, Bahlil memandang momen pulang kampung sebagai kesempatan penting untuk kembali mendekat kepada masyarakat luas dan melaksanakan evaluasi diri secara personal. Hal ini penting agar seseorang tidak kehilangan pijakan atau lupa akan asal-usulnya.
"Supaya kita jangan lupa diri lah," ujarnya, menegaskan pentingnya menjaga kerendahan hati meskipun telah memegang jabatan publik. Ia juga mengungkapkan kegiatan santai yang biasa dilakukannya setibanya di Fakfak.
Saat berada di Fakfak, Bahlil Lahadalia mengaku rutin meluangkan waktu berharga untuk melakukan kegiatan memancing ikan sebagai bagian dari relaksasi setelah kesibukan tugas negara.