PORTAL7.CO.ID - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan penting kepada seluruh umat Kristiani mengenai penguatan solidaritas dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Ajakan ini disampaikan usai menutup rangkaian acara Paskah Nasional V Tahun 2026.

Peristiwa penutupan akbar tersebut dilaksanakan di Lapangan Mako Brimob, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada hari Minggu, tanggal 26 April 2026. Momen ini menjadi penegasan komitmen kebangsaan bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia.

Dilansir dari Cahaya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa pertemuan tahunan ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar seremoni penutupan formal belaka. Acara tersebut merupakan perwujudan iman sekaligus refleksi mendalam tentang kebangsaan.

"Acara ini bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan peristiwa iman, refleksi kebangsaan, dan peneguhan komitmen sebagai anak bangsa yang hidup dalam keberagaman namun tetap bersatu," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Turut hadir dalam penutupan tersebut adalah pimpinan delapan aras gereja nasional yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), beserta jajaran pejabat Kemenag dan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara pemuka agama dan pemerintah daerah.

Menteri Agama menekankan bahwa esensi kebangkitan yang diperingati melalui Paskah harus diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret di tengah masyarakat. Implementasi ini sangat penting untuk kemaslahatan bersama.

"Kebangkitan sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk membangun solidaritas, memperkuat persatuan, dan menghadirkan keadilan sosial," ucap Menag Nasaruddin Umar.

Beliau juga menyoroti pentingnya toleransi sebagai fondasi utama yang mampu menjaga kekuatan bangsa dari ancaman perpecahan maupun diskriminasi antarwarga negara. Kerukunan di Sulawesi Tengah dinilai sebagai contoh baik bagi wilayah lain.

"Toleransi bukan sekadar menerima perbedaan, tetapi komitmen aktif untuk saling menghormati dan bekerja sama dalam keberagaman," kata Menag Nasaruddin Umar.