PORTAL7.CO.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, memberikan penjelasan mendalam mengenai peran krusialnya dalam mengantarkan Joko Widodo menuju kursi kepresidenan. Pernyataan ini disampaikan pada hari Minggu (19/4/2026) sebagai tanggapan atas tudingan dari pihak-pihak tertentu.

Pihak-pihak tersebut sebelumnya menarasikan bahwa Jusuf Kalla merupakan sosok yang tidak tahu berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menanggapi hal itu, juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, memberikan klarifikasi untuk meluruskan sejarah politik yang terjadi di antara kedua tokoh bangsa tersebut.

"Pernyataan bernada tinggi dari Pak JK ditujukan untuk meyakinkan para pendukung Presiden yang sering menyebut beliau tidak tahu berbalas budi setelah diangkat menjadi Wakil Presiden, padahal beliau selama ini menahan diri untuk tidak mengungkap hal ini," tutur Husain Abdullah dilansir dari Detikcom.

Dalam penjelasannya, Husain memaparkan bahwa Jusuf Kalla adalah sosok yang memperkenalkan Joko Widodo kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Langkah ini menjadi momentum penting bagi Joko Widodo untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 silam.

"Beliau akhirnya terpaksa mengungkap fakta sejarah mengenai bagaimana dirinya membawa Jokowi menemui Ibu Megawati untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI, yang menjadi pintu masuk utama bagi karier politik nasionalnya," ucap Husain Abdullah.

Husain menilai bahwa keberhasilan Joko Widodo memimpin ibu kota merupakan faktor utama yang menciptakan peluang besar dalam Pemilihan Presiden 2014. Tanpa adanya momentum politik di Jakarta tersebut, peta sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia mungkin akan memiliki hasil yang berbeda.

"Poin yang ditekankan oleh Pak JK adalah langkah awal di Jakarta itulah yang membuka jalan bagi Jokowi untuk menjadi Presiden RI, karena jika tahap itu tidak dilewati, kemungkinan nasib politiknya akan berbeda," jelas Husain Abdullah.

Lebih lanjut, terungkap fakta bahwa Megawati Soekarnoputri awalnya hanya bersedia meresmikan pencalonan Joko Widodo sebagai presiden jika Jusuf Kalla bersedia mendampinginya. Faktor pengalaman Jusuf Kalla dianggap sangat dibutuhkan untuk bersaing dengan kandidat kuat lainnya pada masa itu.

"Pada saat itu, Ibu Megawati tidak bersedia menandatangani pencalonan Jokowi jika bukan Pak JK yang menjadi wakilnya, mengingat faktor pengalaman sangat krusial untuk menghadapi persaingan dengan Prabowo," lanjut Husain Abdullah.