PORTAL7.CO.ID - Mayoritas daerah di Jawa Barat memiliki ciri khas penamaan toponimi yang seringkali diawali dengan unsur "Ci," yang secara harfiah merujuk pada air, seperti contohnya Cimahi dan Cianjur.
Namun, identitas nama Bogor memperlihatkan sebuah anomali linguistik yang menarik perhatian para sejarawan dan ahli toponimi di Indonesia.
Berbeda dengan pola umum tersebut, asal-usul nama Bogor diyakini memiliki kaitan erat dengan unsur vegetasi yang dominan di masa lampau, khususnya jenis pohon tertentu.
Secara spesifik, kajian mendalam menunjukkan bahwa nama tersebut berakar dari penyebutan pohon enau, atau yang juga dikenal masyarakat sebagai pohon kawung.
Dilansir dari bogorplus.id, penelusuran historis mencatat bahwa wilayah Bogor dulunya merupakan pusat peradaban penting pada era Kerajaan Pajajaran yang megah.
Naskah kuno dari tradisi Sunda, yaitu naskah Bujangga Manik, secara eksplisit menempatkan ibu kota kerajaan tersebut berada di sekitar aliran Sungai Cipakancilan.
Menyingkap Keindahan Tersembunyi: Panduan Eksplorasi 10 Air Terjun Eksotis di Kabupaten Bogor
Tragedi sejarah menimpa ketika Kerajaan Pajajaran runtuh pada abad ke-16 akibat serangan militer yang dilancarkan oleh Kesultanan Banten dari wilayah barat.
Pasca keruntuhan tersebut, wilayah yang tadinya ramai ini dilaporkan mengalami masa terbengkalai yang cukup panjang dan menjadi sepi dari pemukiman penduduk.
Catatan yang ditinggalkan oleh perusahaan dagang Belanda, VOC, mengindikasikan bahwa kawasan tersebut sangat sunyi, bahkan diklaim hanya dihuni oleh satwa liar.