PORTAL7.CO.ID - Persaingan ketat dalam kancah Premier League seringkali memberikan tekanan luar biasa, bahkan kepada figur besar di dunia kepelatihan sepak bola. Ketidakpastian nasib ini tidak hanya mengancam manajer baru, tetapi juga menyentuh nama-nama besar seperti Pep Guardiola.

Masa depan Guardiola di Manchester City saat ini menjadi topik hangat, meskipun kontraknya di Etihad Stadium masih berlaku hingga Juni 2027 mendatang. Musim 2025/2026 terbukti menjadi periode yang cukup menantang bagi pelatih asal Spanyol tersebut setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

Hingga pekan ke-30, Manchester City masih menempati posisi kedua dalam klasemen sementara liga. Mereka tertinggal sembilan poin dari Arsenal yang memimpin dengan koleksi 70 poin, sementara City baru mengumpulkan 61 poin.

Guardiola mungkin akan diabadikan sebagai salah satu pelatih paling sukses sejak ia bergabung pada tahun 2016. Namun, ada banyak manajer lain yang memiliki catatan masa jabatan sangat singkat, bahkan hanya berlangsung dalam hitungan hari saja.

Dilansir dari Bola, yang merujuk pada data dari Givemesport, terdapat lima pelatih yang mencatatkan durasi kerja paling singkat dalam sejarah kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Hal ini disebabkan oleh kegagalan mereka memenuhi ekspektasi yang ditetapkan oleh klub masing-masing.

Sam Allardyce memegang rekor masa jabatan tersingkat secara keseluruhan, hanya bertahan selama 30 hari di Leeds United. Ia menjabat sebagai pelatih interim dari tanggal 3 Mei 2023 hingga 2 Juni 2023.

Meskipun Allardyce dikenal sebagai spesialis penyelamat tim dari zona degradasi, ia gagal mempertahankan posisi Leeds di Premier League. Ia hanya sempat memimpin klub dalam empat pertandingan sebelum akhirnya kontraknya berakhir atas kesepakatan bersama.

Nottingham Forest mencatatkan periode kelam saat menunjuk Ange Postecoglou pada 9 September 2025. Mantan pelatih yang dikenal dengan gaya eksperimental ini hanya bertahan selama 39 hari sebelum akhirnya dipecat pada 18 Oktober 2025.

"Di bawah arahannya, Forest gagal memenangkan satu pun pertandingan dari delapan laga yang dijalani," ujar salah satu sumber berita. Tim tersebut bahkan hanya mampu mencetak satu gol selama periode tersebut, yang memicu kemarahan besar dari para pendukung di stadion.