PORTAL7.CO.ID - Lille OSC menghadapi tantangan besar dalam laga hidup mati leg kedua babak 16 besar Liga Europa 2025-2026 melawan Aston Villa. Pertandingan penentuan ini dijadwalkan berlangsung di Villa Park pada Jumat (20/3/2026) pukul 03.00 WIB.
Tim asal Prancis tersebut wajib meraih kemenangan dengan selisih dua gol untuk dapat menggusur keunggulan 0-1 yang didapatkan Aston Villa pada pertemuan pertama. Menjelang lawatan krusial ke Inggris, pelatih Lille optimis timnya mampu memberikan kejutan besar di kandang lawan.
Namun, upaya pembalasan ini dipersulit oleh kondisi skuad yang sedang pincang akibat badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci. Lille dilaporkan harus terbang ke Inggris tanpa diperkuat delapan nama penting mereka.
Daftar pemain yang absen cukup signifikan meliputi Benjamin André, Ousmane Touré, Marc-Aurèle Caillard, Hamza Igamane, Ethan Mbappé, Osame Sahraoui, Gaëtan Perrin, dan Marius Broholm. Kondisi ini memaksa staf pelatih untuk berpikir lebih keras dalam menyusun strategi.
Menyadari situasi sulit ini, pelatih Bruno Genesio menekankan pentingnya pendekatan yang lebih cerdas dalam menghadapi The Villans. Ia menekankan bahwa pertandingan membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan fisik semata.
"Besok kita lihat seperti apa pertandingan yang akan dihadapi lawan kita. Tapi saya rasa kita perlu banyak menggunakan kaki kita, tetapi juga kepala kita," ujar Genesio, seperti dikutip dari Le Petit Lillois.
Genesio mengingatkan para penggawa Lille bahwa duel ini masih jauh dari kata selesai meskipun mereka tertinggal satu gol. Ia meyakini bahwa peluang untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar dalam 90 menit ke depan.
"Kita baru berada di babak pertama pertandingan ini. Kita tidak berada di posisi ideal karena kalah di leg pertama, tetapi kita punya 90 menit, atau bahkan lebih, untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan lolos ke babak selanjutnya," sambungnya.
Pelatih Lille menyoroti pelajaran berharga dari laga sebelumnya saat menghadapi Crvena zvezda di babak playoff. Kemenangan tandang 2-0 setelah perpanjangan waktu menjadi acuan penting dalam membangun mental bertanding.