PORTAL7.CO.ID - Red Bull Racing mengambil langkah signifikan dengan memperkenalkan serangkaian pembaruan teknis pada mobil RB22 mereka menjelang balapan mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap serangkaian insiden yang terjadi saat Grand Prix Miami pada Minggu, 3 Mei 2026.
Perubahan besar ini mencakup revisi menyeluruh pada komponen aerodinamika mobil yang berbasis di Milton Keynes tersebut. Pembaruan ini bertujuan utama untuk menciptakan perilaku mobil yang jauh lebih dapat diprediksi oleh para pembalap di lintasan balap.
Pembaruan aerodinamika ini datang di tengah sorotan intensif dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) terkait rentetan kecelakaan dan dugaan pelanggaran prosedur bendera kuning selama balapan di Miami. Fokus utama adalah mengembalikan kepercayaan diri pada performa kendaraan.
Perubahan yang diperkenalkan meliputi desain ulang sayap depan, profil sidepod yang baru, serta modifikasi pada konfigurasi knalpot mobil. Semua aspek ini dirancang untuk mengatasi masalah stabilitas yang terlihat pada tiga balapan pembuka musim ini.
Salah satu inovasi mencolok adalah pada sayap depan, yang kini dilengkapi endplate dengan profil horizontal baru. Komponen ini dirancang spesifik untuk mengalihkan turbulensi udara ke arah bawah, menjauh dari area roda lateral kendaraan.
Perubahan paling dramatis terlihat pada sayap belakang, yang dijuluki "Macarena" oleh tim. Sayap ini dikonfigurasi ulang untuk mengoptimalkan tekanan gas buang demi meningkatkan downforce ketika flap sayap terbuka penuh saat melaju di lintasan lurus.
Di sisi lain, aspek reliabilitas sempat menjadi perhatian serius ketika pembalap Red Bull, Isack Hadjar, mengalami kerusakan batang kemudi di area chicane. Insiden ini menyebabkan Hadjar menabrak pembatas jalan dan memicu periode Safety Car pada putaran keenam dari total 57 lap balapan.
Kekacauan di Sirkuit Jalan Raya Miami International Autodrome semakin memuncak akibat tabrakan keras antara Liam Lawson dan Pierre Gasly di Tikungan 17, yang membuat mobil Alpine milik Gasly terbalik. "Kecelakaan ganda ini memaksa pihak stewards melakukan investigasi intensif pascabalan terhadap sejumlah pembalap terkait kepatuhan terhadap aturan bendera kuning," Dikutip dari koranmanado.co.id.
Beberapa pembalap lain, termasuk Alex Albon, Fernando Alonso, dan Esteban Ocon, sempat berada di bawah pengawasan FIA karena dugaan pelanggaran prosedur keselamatan di Florida. Namun, otoritas balap memutuskan untuk tidak memberikan penalti tambahan setelah meninjau data rekaman balapan secara menyeluruh.