PORTAL7.CO.ID - Los Angeles Lakers telah mengukuhkan diri sebagai salah satu organisasi olahraga paling sukses di dunia, dibuktikan dengan koleksi 17 gelar juara NBA. Kesuksesan monumental ini tidak lepas dari peran sentral para legenda yang pernah membela panji kuning-ungu tersebut.

Klub yang kini bermarkas di Los Angeles ini memiliki sejarah panjang, yang dimulai sejak tahun 1945 dengan nama awal Detroit Gems, sebelum akhirnya bermigrasi dan mengadopsi nama Lakers. Sejumlah 26 mantan pemain mereka telah mendapatkan kehormatan untuk diabadikan dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

Salah satu figur ikonik yang mewakili era awal kejayaan adalah Jerry West, yang mendedikasikan 14 musim kariernya eksklusif untuk Lakers. Pemain yang akrab dijuluki "The Logo" ini berhasil mencatatkan rata-rata mencetak 27,0 poin per pertandingan.

West juga menorehkan rekor unik sebagai satu-satunya pemain yang dianugerahi MVP Final meskipun timnya gagal meraih gelar juara pada edisi 1968-69. Ia sukses memimpin Lakers meraih gelar juara pada musim kompetisi 1971-72 dan terpilih sebagai All-Star sebanyak 14 kali sebelum masuk Hall of Fame tahun 1980.

Era dominasi modern kemudian diperlihatkan oleh Shaquille O'Neal, yang bergabung dengan tim pada tahun 1996. Shaq menjadi motor penggerak utama yang mengantarkan Lakers meraih tiga gelar juara berturut-turut, atau yang dikenal sebagai three-peat, dari musim 1999-00 hingga 2001-02.

Shaquille O'Neal juga tercatat meraih delapan gelar individu, termasuk MVP musim reguler pada tahun 2000, serta tiga gelar MVP Final secara beruntun. "Shaquille O'Neal adalah legenda Lakers di tahun 2000-an bersama Kobe Bryant," ungkap penulis artikel tersebut.

Kareem Abdul-Jabbar turut memberikan pengaruh signifikan setelah didatangkan dari Milwaukee Bucks pada tahun 1975. Selama 14 musim menetap di Los Angeles, Kareem berhasil menyumbangkan lima trofi kejuaraan NBA bagi timnya.

Kobe Bryant adalah simbol pengabdian, menghabiskan seluruh 20 musim kariernya di Lakers sejak ditukar dari Charlotte Hornets pada 1996. Ia menutup karier dengan lima cincin juara dan dua kali dinobatkan sebagai MVP Final, dilansir dari Bola.

Kobe Bryant mencatatkan rata-rata 25,0 poin per pertandingan selama masa baktinya dan terpilih dalam 18 edisi All-Star. "Ia mengakhiri karier yang legendaris dengan pelantikan ke dalam Hall of Fame pada tahun 2020," tambah penulis.