PORTAL7.CO.ID - Jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 1447 H atau tahun 2026 diminta untuk memberikan perhatian khusus pada atribut wajib mereka. Salah satu komponen yang paling krusial adalah gelang haji yang harus selalu dikenakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Gelang haji merupakan identitas berbahan logam baja putih atau monel yang dirancang khusus untuk menyimpan data penting setiap jemaah, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Keberadaan atribut ini memiliki fungsi yang sangat vital, terutama dalam membantu proses identifikasi jika jemaah terpisah dari rombongannya.

"Penggunaan gelang identitas ini bertujuan untuk mempermudah petugas dalam memberikan pendampingan secara cepat dan tepat kepada jemaah yang membutuhkan bantuan," ujar pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.

Data yang terukir pada permukaan logam tersebut mencakup informasi personal dan administratif yang sangat mendalam. Beberapa detail utama yang tercantum meliputi nomor kloter, nomor paspor, serta nomor maktab yang menjadi tempat tinggal jemaah selama di Arab Saudi.

Selain data administratif, gelang tersebut juga memuat informasi tahun keberangkatan serta identitas resmi lembaga negara. Terdapat tulisan Kementerian Haji dan Umrah RI yang dilengkapi dengan logo resmi serta tulisan "Indonesia" dalam aksara Arab sebagai penanda asal negara.

Identitas visual jemaah semakin dipertegas dengan adanya grafir bendera Merah Putih pada bagian gelang. Selain itu, kode embarkasi asal jemaah juga dicantumkan untuk memastikan data keberangkatan dari Tanah Air dapat terverifikasi dengan jelas oleh petugas lapangan.

Berdasarkan rencana perjalanan haji tahun 2026, operasional akan dimulai dengan masuknya jemaah ke asrama haji pada 21 April 2026. Jadwal ini bertepatan dengan tanggal 4 Dzulqa'dah 1447 H dalam kalender Hijriah.

Pemberangkatan jemaah gelombang pertama menuju Madinah dijadwalkan akan dimulai pada 22 April 2026. Sementara itu, jemaah yang tergabung dalam gelombang kedua baru akan diberangkatkan menuju Makkah mulai tanggal 7 Mei 2026 mendatang.

Fase kepulangan jemaah gelombang pertama dari Makkah melalui Bandara Jeddah direncanakan mulai berlangsung pada 1 Juni 2026. Pada tanggal yang sama, kelompok terbang pertama ini diprediksi sudah mulai tiba kembali di Indonesia.