PORTAL7.CO.ID - Menjelang penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam mulai tertuju pada penentuan hari raya Idulfitri. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai kapan tepatnya momen Jumat terakhir di bulan penuh berkah ini.

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam, sehingga umat Muslim cenderung ingin memaksimalkan ibadah pada Jumat terakhir Ramadan. Adanya perbedaan dalam metode penetapan awal bulan Syawal menjadi faktor utama munculnya dua potensi tanggal untuk hari istimewa tersebut.

Perbedaan metode ini menyebabkan adanya variasi perkiraan waktu yang perlu diperhatikan oleh masyarakat luas. Hal ini sangat bergantung pada ketetapan resmi yang akan dikeluarkan oleh otoritas keagamaan di Indonesia.

Organisasi Islam seperti PP Muhammadiyah telah mengambil langkah awal dengan menetapkan tanggal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Muhammadiyah telah mempublikasikan ketetapan ini melalui situs resminya mengenai kalender Hijriah.

"Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026," demikian disampaikan oleh PP Muhammadiyah.

Berdasarkan ketetapan Muhammadiyah tersebut, maka hari Jumat yang jatuh pada 13 Maret 2026 diprediksi menjadi Jumat terakhir bulan Ramadan tahun ini. Setelah tanggal tersebut, mereka akan bersiap menyambut Idulfitri pada hari Jumat berikutnya.

Di sisi lain, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama RI belum mengeluarkan keputusan final mengenai awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Keputusan resmi ini akan menunggu hasil dari pelaksanaan sidang isbat.

Pemerintah biasanya akan mengadakan sidang isbat menjelang akhir Ramadan untuk menentukan tanggal pasti Idulfitri, sebagaimana dijelaskan melalui laman resmi Kementerian Agama RI. Hasil sidang ini akan menjadi acuan utama bagi mayoritas umat Muslim di Indonesia.

Jika sidang isbat memutuskan bahwa 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026, maka Jumat terakhir Ramadan akan bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya potensi perbedaan satu minggu dengan perhitungan Muhammadiyah.