PORTAL7.CO.ID - Masyarakat kini memiliki kemudahan untuk memverifikasi status desil bantuan sosial (bansos) tahun 2026 hanya dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara daring. Pengecekan ini dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Sosial (Kemensos) maupun aplikasi Cek Bansos.

Informasi mengenai desil ini menjadi krusial karena tidak semua warga negara secara otomatis terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah. Penentuan kelayakan bantuan sangat bergantung pada klasifikasi kelompok desil yang mencerminkan tingkat kesejahteraan rumah tangga.

Desil merupakan sistem klasifikasi yang membagi masyarakat ke dalam sepuluh kategori berdasarkan dimensi kesejahteraan ekonomi mereka. Secara esensial, desil berfungsi sebagai sistem pemeringkatan ekonomi rumah tangga, di mana angka desil yang lebih kecil mengindikasikan kondisi ekonomi yang lebih rentan.

Data yang digunakan untuk menentukan desil ini bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kemensos, dan terintegrasi dengan basis data Badan Pusat Statistik (BPS). Data desil ini bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan untuk memastikan akurasi yang lebih tinggi.

Pembagian kategori desil ini bertujuan agar penyaluran program bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Pemerintah menggunakan sistem ini sebagai acuan utama dalam mengalokasikan sumber daya bantuan.

Menurut informasi yang dirangkum dari laman Kompas, salah satu acuan utama dalam penentuan penerima bansos berdasarkan desil diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025. "Pembagian penerima bansos berdasarkan desil, dirangkum dari laman Kompas, adalah sebagai berikut," demikian disebutkan dalam artikel tersebut.

Masyarakat yang tergolong dalam desil 6 hingga 10 umumnya tidak diprioritaskan sebagai penerima bansos karena dinilai memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih baik. Meskipun demikian, keputusan akhir mengenai kelayakan tetap melalui proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan di lapangan oleh petugas terkait.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang yang masuk dalam kategori desil penerima bantuan bisa saja dinyatakan tidak layak menerima bansos. "Alasan seseorang bisa tidak menerima bansos" mencakup beberapa faktor yang harus dipenuhi agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Pengecekan status desil bansos dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui dua platform utama: aplikasi resmi Cek Bansos atau melalui situs web resmi Kemensos. Hal ini menghilangkan keharusan untuk mendatangi kantor dinas sosial atau kelurahan hanya untuk mengetahui status kepesertaan.