PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah memfasilitasi masyarakat untuk dapat mengakses informasi mengenai status desil mereka secara daring. Layanan pengecekan status ini sangat krusial karena desil menjadi penentu utama dalam proses verifikasi calon penerima berbagai program bantuan sosial (bansos).
Informasi mengenai desil ini penting bagi masyarakat agar mereka dapat mengidentifikasi apakah termasuk dalam kelompok prioritas yang berhak menerima dukungan dari pemerintah. Pengecekan online ini menawarkan kemudahan akses informasi tanpa harus datang langsung ke kantor-kantor pemerintahan terkait.
Desil didefinisikan sebagai pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada tingkat kesejahteraan ekonomi mereka, mulai dari kategori rentan hingga kelompok sejahtera. Peringkat desil ini berfungsi sebagai acuan utama dalam menentukan siapa yang layak menerima bantuan sosial, termasuk program seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) melalui jalur afirmasi, dilansir dari Bansos yang mengutip metrotvnews.com.
Pengelompokan desil ini diukur menggunakan serangkaian variabel sosial ekonomi yang komprehensif. Variabel tersebut meliputi keterangan individu seperti pekerjaan dan tingkat pendidikan, kondisi perumahan termasuk daya listrik, serta kepemilikan aset keluarga.
Secara struktural, terdapat sepuluh kategori desil, di mana setiap desil mewakili 10% dari total populasi keluarga di Indonesia. Desil 1 merujuk pada 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 mencakup 10% keluarga dengan kondisi ekonomi tertinggi.
Sumber data yang digunakan untuk menentukan klasifikasi desil ini berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi landasan ilmiah bagi Kemensos dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara nasional.
Masyarakat yang teridentifikasi berada pada desil 1 hingga desil 4 umumnya dikategorikan sebagai kelompok ekonomi paling rendah. Oleh karena itu, kelompok ini memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk diikutsertakan dalam program bantuan sosial pemerintah.
Sebaliknya, masyarakat dengan posisi desil yang lebih tinggi dianggap memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih baik. Hal ini menyebabkan kemungkinan mereka untuk menjadi penerima bantuan sosial menjadi lebih kecil karena prioritas diberikan kepada kelompok yang membutuhkan.
Status desil memegang peranan vital dalam mekanisme penyaluran bansos karena pengelompokan ini memastikan bantuan pemerintah terarah kepada segmen yang paling membutuhkan dukungan nyata. Kelompok desil rendah menjadi prioritas utama dalam berbagai skema bantuan sosial yang diselenggarakan oleh negara.