PORTAL7.CO.ID - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan penjelasan mendalam mengenai peran strategisnya dalam perjalanan karier politik Joko Widodo. Dalam jumpa pers yang digelar pada Minggu, 19 April 2026, beliau meluruskan berbagai persepsi terkait hubungan politik keduanya agar publik mendapatkan perspektif sejarah yang utuh.
Penjelasan ini disampaikan sebagai respons terhadap tudingan dari sejumlah pihak yang menyebut Jusuf Kalla tidak memiliki rasa terima kasih kepada sosok yang menjadikannya wakil presiden pada periode 2014-2019. Jusuf Kalla menekankan bahwa kontribusinya justru menjadi salah satu faktor pembuka jalan bagi karier nasional Jokowi.
Sejarah mencatat bahwa Jusuf Kalla adalah sosok yang menginisiasi perpindahan Jokowi dari Solo untuk bertarung dalam pemilihan gubernur di Jakarta. Langkah ini dinilai sebagai titik balik krusial yang kemudian membuka peluang lebar bagi Jokowi menuju kursi kepresidenan, sebagaimana dilansir dari sumber pemberitaan nasional.
"Penjelasan Pak JK yang sempat disampaikan dengan nada tinggi, untuk meyakinkan loyalis Jokowi yang kerap menarasikan JK tidak tahu balas budi padahal sudah diangkat jadi Wapres oleh Jokowi. Tidak punya rasa terima kasih kepada Jokowi. JK tidak juga emosi. Tapi sudah lama JK menahan diri tidak buka-bukaan soal ini," ungkap Husain Abdullah selaku Juru Bicara Jusuf Kalla.
Husain menambahkan bahwa Jusuf Kalla memiliki andil besar dalam meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusung Jokowi di Jakarta pada tahun 2012. Tanpa momentum tersebut, konstelasi politik nasional kemungkinan besar akan menunjukkan arah yang sangat berbeda bagi masa depan Jokowi.
"Akhirnya JK pun terpaksa mengungkapkan perannya, bagaimana dia mengantarkan Jokowi ke Ibu Mega agar dicalonkan jadi Gubernur DKI. JK sadar bahwa kemudian saat kontestasi Pilpres telah berproses, banyak pihak kemudian yang terlibat. Tapi awal mula Jokowi dipromosikan ke Ibu Mega 'manggung' di Ibu Kota sebagai calon Gubernur DKI, tidak lepas dari peran yang dilakonkannya," tutur Husain Abdullah.
Memasuki pemilihan presiden 2014, posisi Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden disebut sebagai syarat strategis untuk memperkuat stabilitas pemerintahan. Keterlibatan beliau dalam pemerintahan periode pertama tersebut merupakan hasil dari pertimbangan matang mengenai pengalaman kepemimpinan di tingkat nasional.
"Jadi yang disampaikan JK adalah ketika langkah awal Jokowi berkiprah di Jakarta yang membuka pintu bagi Jokowi kemudian menjadi Presiden RI. Tanpa ini, kemungkinan nasibnya beda lagi. Sebab sesudah jadi Gubernur, selanjutnya, Jokowi dicalonkan jadi Presiden oleh Ibu Mega," jelas Husain Abdullah dalam keterangannya.
Pihak Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa penunjukan posisi wakil presiden saat itu merupakan permintaan langsung dari pimpinan partai pengusung utama. Hal ini sekaligus menepis narasi mengenai hutang budi pribadi dan mengembalikannya pada konteks kerja sama politik yang profesional.