PORTAL7.CO.ID - Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait isu yang mengaitkannya dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung dari Gedung Putih pada Kamis, 9 April 2026.
Melania Trump secara eksplisit menepis segala bentuk koneksi yang ada, menyebut beredar luas "gambar dan pernyataan palsu tentang Epstein dan saya" di jagat maya. Ini menjadi momen pertama kalinya Melania berbicara langsung di depan kamera mengenai kontroversi yang telah menyeret namanya.
Stafnya dilaporkan telah mengambil tindakan agresif untuk menangkal apa yang mereka sebut sebagai "rumor pencemaran nama baik" yang terus beredar. Meskipun alasan waktu pernyataan ini tidak sepenuhnya terungkap, respons cepat ini menunjukkan upaya serius membersihkan citra publik.
Sikap Melania ini muncul bersamaan dengan perkembangan di Capitol Hill, di mana Departemen Kehakiman menginformasikan Komite Pengawas DPR bahwa mantan Jaksa Agung Pam Bondi tidak akan hadir dalam sidang pemanggilan minggu depan.
Melania Trump mendesak agar "fitnah palsu" yang disebarkan oleh pihak-pihak bermotivasi politik segera dihentikan. Ia menekankan bahwa narasi negatif yang menyeret namanya dalam kasus Epstein ini bertujuan untuk keuntungan finansial dan politik pihak tertentu.
Lebih lanjut, mantan Ibu Negara tersebut menyampaikan seruan penting agar Kongres AS memberikan ruang sidang publik bagi para penyintas jaringan Epstein. Ia menekankan pentingnya para korban mendapatkan kesempatan bersaksi di hadapan Kongres di bawah sumpah.
"Berikan para korban ini kesempatan untuk bersaksi di bawah sumpah di depan Kongres dengan kekuatan kesaksian yang disumpah," ujar Melania Trump. Ia menambahkan bahwa setiap wanita harus mendapatkan kesempatan untuk menceritakan kisah mereka di depan umum jika mereka menginginkannya.
"Baru setelah itu, kita akan memiliki kebenaran," tegas Melania Trump, menekankan bahwa kesaksian yang disumpah harus dimasukkan secara permanen ke dalam Catatan Kongres.
Dalam kesempatan yang sama, Melania Trump juga memberikan klarifikasi mengenai balasan email yang pernah dikirimkannya kepada Ghislaine Maxwell. Ia menjelaskan bahwa korespondensi tersebut "tidak dapat dikategorikan lebih dari sekadar korespondensi biasa."