PORTAL7.CO.ID - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Al-Dosari. Penerimaan kunjungan diplomatik ini berlangsung di kediaman Megawati, yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, pada hari Senin (13/4/2026).
Pertemuan antara kedua tokoh penting ini berlangsung selama kurang lebih dua jam penuh. Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada upaya mempererat hubungan diplomatik serta memperkuat ikatan kebudayaan antara Republik Indonesia dan Negara Qatar.
Selain isu bilateral, diskusi juga menyentuh aspek historis yang mendalam. Pembahasan meliputi sejarah kedekatan antara pemimpin Qatar saat ini dengan figur Presiden pertama Republik Indonesia, yakni Sukarno.
Megawati dalam momen tersebut tidak sendiri, ia didampingi oleh beberapa petinggi partai. Turut hadir dalam pertemuan hangat itu adalah putra Megawati sekaligus Ketua DPP PDIP, Prananda Prabowo, serta jajaran pengurus lainnya seperti Ahmad Basarah dan Andi Widjajanto.
Sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Indonesia, Megawati menyerahkan cendera mata khusus kepada Dubes Al-Dosari. Cenderamata yang diberikan berupa miniatur dari dua ikon bangsa, yaitu Candi Borobudur dan perahu tradisional Pinisi.
Mengenai hadiah tersebut, Megawati menjelaskan makna simbolisnya kepada sang duta besar. "Ini kapal Pinisi, khas Indonesia," ujar Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI, saat menjelaskan makna hadiah tersebut kepada sang duta besar.
Sementara itu, Duta Besar Qatar juga turut membalas keramahan tersebut dengan memberikan hadiah. Ia menyerahkan koleksi bunga segar serta sebuah buku berjudul 'Qatar, Between Land and Sea, Through Arts and Heritage'.
Buku yang diserahkan Dubes Qatar tersebut dideskripsikan sebagai dokumentasi yang kaya mengenai sejarah dan kekayaan seni yang dimiliki oleh bangsa Qatar.
Ahmad Basarah, selaku Ketua DPP PDIP, menyampaikan bahwa Dubes Qatar menunjukkan kekaguman mendalam terhadap pemikiran Megawati. Kekaguman tersebut secara spesifik merujuk pada pandangan Megawati mengenai isu kesetaraan gender yang pernah ia sampaikan saat berpidato di Princess Nourah University, Riyadh.