JAKARTA - Perubahan lokasi dan format peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dari rencana aksi di DPR menjadi kegiatan terpusat di Monas Jakarta memicu beragam respons.
Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai pergeseran dari aksi tekanan menjadi perayaan yang lebih akomodatif.
Namun, dinamika di lapangan menunjukkan proses yang tidak sesederhana itu.
Keputusan perubahan strategi terjadi setelah pertemuan sekitar 1,5 jam antara perwakilan buruh dan Presiden Prabowo Subianto.
Redaksi yang meliputi dilapangan berbaur dengan ratusan ribu buruh melihat langsung dalam forum tersebut, berbagai tuntutan tetap disampaikan secara langsung.
Sejumlah isu utama yang diangkat meliputi percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan, evaluasi praktik outsourcing, hingga perhatian terhadap persoalan upah.
Selain itu, aspirasi terkait perlindungan pekerja informal seperti ojek online dan kebutuhan fasilitas pendukung seperti daycare juga ikut disuarakan.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu titik awal komunikasi yang lebih terbuka antara buruh dan pemerintah.
Beberapa usulan disebut telah mendapatkan respons awal, termasuk rencana pembentukan Satgas PHK serta komitmen untuk menindaklanjuti sejumlah isu dalam pembahasan kebijakan.