PORTAL7.CO.ID - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melontarkan kritik tajam yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Medan di tengah sebuah agenda resmi provinsi. Sindiran tersebut mencuat akibat kendala teknis pada fasilitas pertemuan virtual yang digunakan oleh jajaran Pemkot Medan. Insiden ini terjadi saat acara peluncuran program internet gratis yang dipusatkan di Kota Padangsidimpuan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Suasana menjadi perhatian ketika tampilan kamera Zoom dari perwakilan Pemkot Medan terlihat gelap saat Bobby Nasution hendak memberikan sambutan. Padahal, perwakilan dari tujuh kota lainnya di Sumatera Utara terpantau hadir secara daring dengan kualitas visual yang memadai. Kondisi layar yang tidak aktif tersebut memicu reaksi spontan dari orang nomor satu di Sumatera Utara itu di hadapan para undangan.
Acara peresmian akses internet untuk delapan wilayah ini digelar secara hibrida dengan titik utama di halaman Masjid Agung Al-Abror, Kota Padangsidimpuan. Bobby awalnya menyapa Wali Kota Gunungsitoli serta Wali Kota Tanjungbalai yang telah terhubung melalui layar monitor besar. Namun, perhatiannya teralihkan saat menyadari bahwa koordinasi visual dengan pihak Kota Medan mengalami gangguan teknis yang cukup mencolok. "Wali Kota Medan hadir ya? Gelap ini layarnya," ujar Bobby Nasution saat mempertanyakan kehadiran delegasi dari ibu kota provinsi tersebut. Ia kemudian melanjutkan sindirannya dengan menyinggung kontribusi Pemprov Sumut dalam penyediaan internet di Taman Cadika dan Kebun Bunga. Bobby bahkan menawarkan bantuan jika memang Pemkot Medan tidak mampu menyediakan perangkat kamera yang layak untuk keperluan koordinasi.
Lebih lanjut, Bobby mengingatkan bahwa fasilitas internet di lokasi-lokasi strategis Medan merupakan hasil kerja keras pemerintah provinsi pada tahun 2023 atau 2024. Ia menekankan jika memang kamera Zoom milik pemerintah kota mengalami kerusakan, sebaiknya segera berkoordinasi dengan pihak provinsi agar bisa dibelikan yang baru. Pernyataan ini menegaskan keinginannya agar setiap pemerintah daerah memiliki kesiapan infrastruktur digital yang mumpuni.
Penyediaan akses internet cuma-cuma ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Bobby juga memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Kominfo Sumut untuk menjamin kualitas jaringan tetap stabil pasca acara peluncuran. Ia tidak ingin fasilitas yang sudah dibangun justru mengalami penurunan kecepatan atau menjadi lambat setelah seremoni berakhir.
Gubernur berharap titik-titik internet yang sudah ditentukan di delapan kota tersebut benar-benar dijaga kecepatannya demi kepentingan masyarakat luas. Penekanan ini dilakukan agar pemanfaatan teknologi informasi di Sumatera Utara tidak hanya sekadar formalitas saat acara pembukaan saja. Penutupan sambutannya di Padangsidimpuan menjadi pengingat penting bagi seluruh kepala daerah akan pentingnya pemeliharaan sarana digital secara berkelanjutan.
Sumber: Infonasional