PORTAL7.CO.ID - Aliran sungai di ibu kota kini tengah menghadapi tantangan serius akibat ledakan populasi spesies invasif yang mengancam keseimbangan ekosistem perairan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons kondisi tersebut dengan menggelar operasi penangkapan massal di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4/2026).

Upaya pembersihan ini difokuskan pada ikan sapu-sapu yang populasinya dinilai sudah tidak terkendali di berbagai kanal dan sungai Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun, petugas berhasil menjaring sebanyak 68.880 ekor ikan dengan total berat mencapai 6,98 ton.

"Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," ujar Hasudungan A Sidabalok selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

Operasi besar-besaran ini menyasar titik-titik krusial di mana populasi ikan tersebut paling padat. Dilansir dari Detikcom, konsentrasi terbanyak ditemukan menyebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Pusat.

Seluruh hasil tangkapan tersebut segera dibawa ke lokasi pemusnahan untuk memastikan tidak ada ikan yang kembali ke ekosistem atau masuk ke pasar. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Tidak ada penyalahgunaan karena semuanya langsung dikubur dan diawasi oleh tim DKPKP wilayah," kata Hasudungan A Sidabalok saat memberikan penjelasan pada Minggu (19/4/2026).

Pengawasan ketat dilakukan di lapangan untuk menepis kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan oknum yang menjual hasil tangkapan kepada pedagang. Dinas KPKP memastikan proses penguburan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur lingkungan yang berlaku.

Strategi pengendalian ini tidak hanya berhenti pada operasi satu hari, melainkan dirancang dalam tiga tahapan waktu yang berkesinambungan. Selain aksi masif, penangkapan ikan sapu-sapu akan diintegrasikan dengan agenda rutin pembersihan sungai di seluruh Jakarta.

"(Tahapan) jangka panjang akan melibatkan akademisi untuk mencari teknologi yang tepat untuk mengendalikan ikan sapu-sapu," tutur Hasudungan A Sidabalok mengenai rencana ke depan.