Di sudut kota yang tak pernah tidur, aku berdiri menatap rintik hujan yang membasahi jendela kaca tua. Pikiranku melayang pada masa ketika aku masih menganggap dunia hanyalah taman bermain tanpa beban yang harus kupikirkan.
Semuanya berubah saat ayah memutuskan untuk pergi selamanya, meninggalkan tumpukan tanggung jawab yang tak pernah aku duga sebelumnya. Tiba-tiba, pundakku yang rapuh harus menopang beban sebuah keluarga yang hampir runtuh karena duka.
Aku belajar bahwa menjadi dewasa bukan tentang berapa banyak angka yang tertera pada lilin ulang tahun. Ini adalah tentang keberanian untuk tetap berdiri meski badai menghantam dari segala arah tanpa henti dan tanpa belas kasihan.