PORTAL7.CO.ID - Duel pekan ke-31 Liga Super Indonesia musim 2025/26 mempertemukan Persib Bandung dengan PSIM Yogyakarta di markas kebanggaan mereka, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Kunci kemenangan Persib ditentukan sangat cepat dalam laga tersebut, yaitu saat pertandingan baru berjalan dua menit. Bek andalan Patricio Matricardi sukses mencatatkan namanya di papan skor, memastikan keunggulan tunggal bagi Maung Bandung hingga peluit akhir.

Kemenangan ini sangat vital bagi Persib karena memastikan mereka tetap berada di posisi teratas klasemen sementara Liga Super Indonesia dengan raihan total 72 poin. Meskipun demikian, jalannya pertandingan diakui berlangsung cukup alot karena perlawanan ketat yang ditunjukkan oleh tim tamu dari Yogyakarta sepanjang 90 menit.

Dilansir dari Detikcom, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti bahwa performa timnya belum maksimal dalam memanfaatkan peluang yang tercipta setelah gol cepat tersebut. Ia menilai adanya perubahan pola permainan drastis setelah unggul di awal laga.

Bojan Hodak mengungkapkan bahwa setelah mencetak gol, timnya cenderung bermain terlalu menunggu dan kurang agresif menyerang. "Saya pikir kami bisa mencetak gol cepat dan kemudian kami terlalu banyak bermain menunggu. Kami tidak terlalu bermain menyerang," ujar Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung.

Akibat perubahan strategi tersebut, Bojan mengakui bahwa strategi ini memberikan kesempatan bagi PSIM Yogyakarta untuk lebih leluasa mengembangkan permainan mereka di lini tengah. Meskipun PSIM menguasai bola, mereka dinilai gagal menciptakan ancaman serius di lini pertahanan Persib.

"Pada dasarnya kami memberikan bola kepada (PSIM) Jogja. Mereka juga menguasai bola tapi tidak memiliki peluang yang benar-benar berbahaya," kata Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung.

Pelatih asal Kroasia itu menekankan bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama, terutama untuk mengunci kemenangan lebih cepat. Ia menyebutkan bahwa para pemain masih menunjukkan kegugupan saat berada di depan gawang lawan.

"Tapi kami memiliki beberapa peluang di babak pertama dan khususnya di babak kedua. Kami masih gugup ketika berada di depan gawang, yang pada dasarnya ini jadi hal yang kami butuhkan untuk 'kill the game'," ucap Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung.