Jakarta – Menjelang usia satu abad, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan organisasi anggota pada Rabu, 21 Januari 2026 di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan ini mengusung tema “Optimisme Perempuan Menuju 100 Tahun Kowani dan Indonesia Emas 2045”, menegaskan kembali peran strategis perempuan Indonesia dalam menjaga persatuan dan memperkuat kontribusi bangsa di kancah global.
Sebanyak puluhan pimpinan organisasi anggota hadir, membuktikan komitmen kolektif untuk menjaga keberlanjutan kiprah Kowani yang telah berdiri sejak 1928. Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi dengan edukasi melalui preview film Suamiku, Lukaku dan diskusi mengenai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), menegaskan kepedulian Kowani terhadap isu-isu sosial yang menyentuh langsung kehidupan perempuan.
Ketua Kowani, Dr. dr. Hj. Ulla Nuchrawaty, M.M., menekankan bahwa rapat ini bukan sekadar forum internal, melainkan langkah penting untuk memastikan organisasi tetap solid menghadapi tantangan. “Kowani adalah organisasi perempuan tertua dan terbesar, melahirkan tokoh-tokoh berkaliber nasional maupun internasional. Kita harus memilih jalan terbaik agar tetap menjadi pilar bangsa,” ujarnya.
Sri Yoeliati Sugiri dari Wanita Taman Siswa (WTS), mewakili unsur pendiri Kowani, menegaskan bahwa Kowani adalah aset negara yang harus dijaga. “Selama 97 tahun, Kowani tidak pernah menghadapi persoalan sebesar ini. Namun saya yakin, dengan dukungan penuh, kita bisa melewati ujian ini dan tetap menjaga marwah organisasi,” katanya.
Sebagai federasi yang mewakili Indonesia di International Council of Women (ICW), Kowani memikul tanggung jawab besar untuk menjaga citra bangsa di dunia internasional. Dukungan terhadap pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) terus mengalir, dengan harapan dapat menyelesaikan dinamika internal sekaligus memperkuat fondasi organisasi menuju perayaan 100 tahun Kowani pada 2028.*