PORTAL7.CO.ID - Manajemen Chelsea FC secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Liam Rosenior, menyusul periode kepemimpinan yang terbilang sangat singkat di Stamford Bridge. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil minor yang membuat tim terus terpuruk di papan klasemen Premier League.
Keputusan pemecatan ini secara spesifik terjadi pada tanggal 22 April 2026, hanya sehari setelah The Blues menelan kekalahan pahit dari Brighton & Hove Albion. Keputusan manajemen ini menandai berakhirnya tugas Rosenior yang dimulai pada awal tahun 2026.
Secara kronologis, Liam Rosenior mulai menjabat sebagai pelatih kepala Chelsea pada 8 Januari 2026. Masa baktinya di klub asal London Barat tersebut berlangsung selama 104 hari sebelum akhirnya dihentikan oleh dewan direksi klub.
Selama masa kepelatihannya, Rosenior tercatat mendampingi skuad Chelsea dalam total 23 pertandingan di berbagai ajang kompetisi yang diikuti tim. Statistiknya menunjukkan 11 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 10 kekalahan yang dicatatkan di bawah arahan pelatih tersebut.
Awal kepemimpinan Rosenior sempat menyuntikkan optimisme tinggi di kalangan pendukung setia Chelsea. Debutnya ditandai dengan sebuah kemenangan impresif dengan skor telak 5-1 melawan Charlton dalam lanjutan pertandingan Piala FA pada 10 Januari 2026.
Tren positif tersebut ternyata sempat berlanjut di kompetisi domestik, di mana Rosenior berhasil memimpin tim meraih empat kemenangan beruntun di awal kiprahnya di Premier League. Periode awal ini memberikan secercah harapan besar bagi masa depan klub.
Namun, masa-masa gemilang itu sayangnya tidak bertahan lama, terutama saat memasuki periode krusial antara bulan Maret hingga April. Kondisi tim mulai menunjukkan penurunan performa yang signifikan dan mengkhawatirkan di Liga Inggris.
Puncak masalah performa terjadi ketika Chelsea mengalami rentetan lima kekalahan berturut-turut di Premier League tanpa mampu mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Hasil buruk inilah yang menjadi pemicu utama keputusan pemecatan.
Data yang dihimpun dari Transfermarkt menunjukkan bahwa rentetan hasil negatif tersebut menjadi faktor determinan yang memaksa jajaran manajemen The Blues mengambil langkah tegas terkait posisi manajerial Rosenior di London.