PORTAL7.CO.ID - Kesehatan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan menunjukkan kemunduran signifikan. Kemunduran kondisi ini terjadi setelah ia menjadi korban insiden penyiraman air keras beberapa waktu lalu.
Kondisi darurat yang dialami Andrie Yunus memaksa tim medis untuk segera mengambil langkah penanganan lebih lanjut. Prioritas utama saat ini adalah upaya penyelamatan fungsi penglihatan korban yang terancam.
Akibat memburuknya kondisi mata tersebut, Andrie Yunus telah dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama untuk penanganan kasus ini.
RSCM dipilih karena dianggap memiliki kapabilitas medis yang memadai untuk melakukan prosedur operasi lanjutan yang sangat krusial. Operasi ini diharapkan dapat memulihkan kondisi mata aktivis hak asasi manusia tersebut.
"Kesehatan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan mengalami kemunduran signifikan pasca insiden penyiraman air keras yang menimpanya," dilansir dari JABARONLINE.COM.
Kondisi yang semakin memburuk ini telah memicu urgensi dari tim medis untuk segera bertindak cepat. Tindakan darurat ini diambil agar tidak ada komplikasi lebih lanjut yang dapat merugikan fungsi mata.
Tim medis berfokus pada langkah-langkah penanganan segera guna menyelamatkan fungsi penglihatan korban dari dampak insiden tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari protokol perawatan intensif pasca insiden kekerasan.
Keputusan untuk merujuk Andrie Yunus ke RSCM diambil setelah evaluasi mendalam terhadap perkembangan kesehatannya. RSCM menjadi harapan besar untuk pemulihan penglihatan sang aktivis.
"Kondisi darurat ini memaksa tim medis untuk mengambil langkah penanganan segera guna menyelamatkan fungsi penglihatan korban," ungkap salah satu pihak terkait, sebagaimana dilansir dari JABARONLINE.COM.