PORTAL7.CO.ID - Chery mengambil langkah strategis yang signifikan dengan menghidupkan kembali nama ikonik Freelander, yang sebelumnya identik dengan SUV premium ringkas. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan mendalam dengan Jaguar Land Rover (JLR) untuk membawa nama legendaris tersebut memasuki era mobilitas modern.
Kebangkitan Freelander ini merupakan bagian integral dari kolaborasi yang lebih luas antara Chery dan JLR yang beroperasi di wilayah China. Kedua raksasa otomotif tersebut sepakat untuk mengintegrasikan keunggulan komplementer masing-masing dalam pengembangan kendaraan masa depan mereka.
Chery membawa kapabilitas kuat dalam efisiensi manufaktur dan teknologi elektrifikasi yang terus berkembang pesat. Sementara itu, Jaguar Land Rover menyumbangkan warisan identitas SUV premium mereka serta kapabilitas off-road yang sudah diakui secara global.
Model terbaru dari lini ini, yang diberi nama Freelander 8, diperkenalkan secara resmi oleh Chery di Wuhu, Anhui, China, pada tanggal 25 April 2026. Kendaraan ini merupakan wujud produksi massal dari konsep Freelander Concept 97 yang sebelumnya berfungsi sebagai studi desain awal.
Peluncuran Freelander 8 menandai transformasi fundamental merek ini menuju komitmen yang lebih besar terhadap kendaraan ramah lingkungan. Freelander International CEO, Lucia Mao, menegaskan proyeksi penting bagi model baru ini ke depannya.
"Freelander berencana meluncurkan enam model baru dalam lima tahun mendatang. Menjangkau 90 negara, mencakup wilayah dengan kemudi kanan (RHD) dan kemudi kiri (LHD), termasuk Uni Eropa," ungkap Lucia.
Secara visual, Freelander 8 mengadopsi desain yang gagah dengan siluet kotak (boxy) yang saat ini sangat populer di segmen SUV. Identitas merek diperkuat dengan penempatan tulisan 'Freelander' berukuran besar baik di bagian depan maupun belakang bodi mobil.
Kenyamanan penumpang menjadi fokus utama dengan desain interior mewah yang didominasi skema warna beige serta konfigurasi enam tempat duduk dalam tata letak 2-2-2. Penumpang di baris kedua akan menikmati jok yang dirancang khusus dengan teknologi zero-gravity untuk kenyamanan optimal saat perjalanan panjang.
Dilansir dari Detik Oto, meskipun detail teknis lengkap belum diumumkan, platform yang digunakan diklaim mampu mendukung berbagai sistem elektrifikasi, mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik murni (EV). Hal ini sejalan dengan tren global otomotif yang bergeser dari mesin pembakaran internal.